TPID Kepri Minta Pemerintah Antisipasi Inflasi Juni
Jumat, 9 Juni 2017 20:51 WIB
Batam (Antara Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau meminta pemerintah dan pihak terkait membuat langkah antisipasi terjadinya inflasi pada Juni 2017 yang diperkirakan meningkat.
Ketua II TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Jumat menyatakan, Indeks Harga Konsumen pada Juni diperkirakan meningkat sejalan dengan Ramadhan dan Idul FItri.
"Pengendalian inflasi Juni difokuskan untuk mitigasi lonjakan inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri dengan rekomendasi mengadakan sidak secara terjadwal oleh TPID dan Satgas Pangan di pasar strategis di Batam dan Tanjungpinang," kata Gusti.
Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan melaksanakan pasar murah secara berkelanjutan menjelang dan sesudah Lebaran demi mengantisipasi berkurangnya pasokan barang akibat pedagang yang mudik ke kampung halaman.
Ia khawatir, terbatasnya jumlah pedagang yang beraktivitas sesudah Lebaran mempengaruhi pasokan komoditas dan tingkat harga eceran.
TPID juga meminta pemerintah menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi saat Idul Fitri seperti daging, telur ayam ras, beras, minyak goreng, gula, ikan segar, sayuran dan bumbu-bumbuan.
"Juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui ceramah keagamaan, iklan layanan dan bincang di media agar masyarakat dapat bijaksana dalam melaksanakan konsumsi selama Ramadham dan jelang Idul Fitri serta menahan konsumsi berlebihan seiring dengan pembayaran gaji ke-13," kata Gusti.
Sementara itu, TPID memperkirakan resiko inflasi Juni, antara lain dari kenaikan tarif listrik tahap tiga Bright PLN Batam, kenaikan tarif angkutan udara menjelang dan sesudah kegiatan mudik Idul Fitri dan kelangkaan LPG tiga kilogram sejalan dengan permintaan yang meningkat.
Meningkatmya daya beli konsumen dengan adanya gaji ke-13 atau THR, meningkatnya kebutuhan konsumsi untuk hari raya, meningkatnya ekpektasi inflasi pedagang dan konsumen menjelang hari raya juga memberikan resiko terhadap inflasi yang perlu diantisipasi.
"Terhambatnya pasokan atau distribusi barang dari Sumatera Barat seiring dengan meletusnya Gunung Merapi juga," kata Gusti. (Antara)
Editor: Rusdianto
Ketua II TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Jumat menyatakan, Indeks Harga Konsumen pada Juni diperkirakan meningkat sejalan dengan Ramadhan dan Idul FItri.
"Pengendalian inflasi Juni difokuskan untuk mitigasi lonjakan inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri dengan rekomendasi mengadakan sidak secara terjadwal oleh TPID dan Satgas Pangan di pasar strategis di Batam dan Tanjungpinang," kata Gusti.
Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan melaksanakan pasar murah secara berkelanjutan menjelang dan sesudah Lebaran demi mengantisipasi berkurangnya pasokan barang akibat pedagang yang mudik ke kampung halaman.
Ia khawatir, terbatasnya jumlah pedagang yang beraktivitas sesudah Lebaran mempengaruhi pasokan komoditas dan tingkat harga eceran.
TPID juga meminta pemerintah menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi saat Idul Fitri seperti daging, telur ayam ras, beras, minyak goreng, gula, ikan segar, sayuran dan bumbu-bumbuan.
"Juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui ceramah keagamaan, iklan layanan dan bincang di media agar masyarakat dapat bijaksana dalam melaksanakan konsumsi selama Ramadham dan jelang Idul Fitri serta menahan konsumsi berlebihan seiring dengan pembayaran gaji ke-13," kata Gusti.
Sementara itu, TPID memperkirakan resiko inflasi Juni, antara lain dari kenaikan tarif listrik tahap tiga Bright PLN Batam, kenaikan tarif angkutan udara menjelang dan sesudah kegiatan mudik Idul Fitri dan kelangkaan LPG tiga kilogram sejalan dengan permintaan yang meningkat.
Meningkatmya daya beli konsumen dengan adanya gaji ke-13 atau THR, meningkatnya kebutuhan konsumsi untuk hari raya, meningkatnya ekpektasi inflasi pedagang dan konsumen menjelang hari raya juga memberikan resiko terhadap inflasi yang perlu diantisipasi.
"Terhambatnya pasokan atau distribusi barang dari Sumatera Barat seiring dengan meletusnya Gunung Merapi juga," kata Gusti. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri sebut inflasi Maret 2026 terkendali, lebih rendah dari angka nasional
04 April 2026 14:34 WIB
TPID Kepri jadi garda terdepan kendalikan inflasi, jaga daya beli masyarakat
14 October 2025 13:50 WIB
BI: Energi terbarukan diperkirakan jadi penopang baru bagi ekonomi Kepri
07 May 2025 12:13 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB