Perekonomian Tanjungpinang digerakkan etnis tionghoa
Sabtu, 17 Februari 2018 1:38 WIB
Seorang pedagang jamu tradisional etnis tionghoa menjajakan dagangannya di pasar kliwon, Kudus, Jateng (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmok)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menyatakan, perekonomian di ibu kota Kepulauan Riau mayoritas digerakkan warga etnis Tionghoa.
"Warga etnis Tionghoa sejak dahulu sampai sekarang terkenal lihai berdagang. Banyak yang sukses," kata Sekda Tanjungpinang Riono di Tanjungpinang, Jumat.
Ia mengatakan, Tanjungpinang pada hari pertama perayaan Imlek tampak lengang, karena nyaris tidak ada aktivitas perdagangan. Biasanya, aktivitas perdagangan dimulai pada hari ketiga atau kelima Imlek.
"Pada hari pertama dan kedua Imlek ribuan toko dan kios di Tanjungpinang tutup. Hal itu disebabkan para pedagang merayakan Imlek. Hampir semua swalayan pun tutup karena pemiliknya merayakan Imlek," ucapnya.
Riono mengemukakan, warga etnis Tionghoa di Tanjungpinang tidak hanya menguasai perekonomian berskala kecil dan sedang, melainkan juga usaha berskala besar, seperti pembuatan kapal, perumahan, restoran dan perhotelan.
"Banyak warga etnis Tionghoa di Tanjungpinang menjadi pengusaha sukses. Mereka menggeluti usahanya secara serius," ucapnya.
Menurut dia, warga etnis Tionghoa sejak zaman Kerajaan Riau-Lingga terkenal lihai menggeluti sektor perdagangan. Mereka juga membangun sejumlah kawasan perdagangan yang diberikan raja-raja terdahulu, seperti Senggarang.
"Di Senggarang pula raja mengijinkan warga etnis Tionghoa untuk membangun tempat ibadah, yang dikenal dengan nama Kelenteng Akar," tuturnya.
Kehadiran pedagang dari kalangan etnis Tionghoa sejak dahulu membantu memajukan perekonomian Kepri, khususnya Tanjungpinang. Mereka pun semakin lama hidup membaur dengan masyarakat dari suku lainnya.
"Kalau dahulu sampai orde baru mereka dikenal sebagai suku yang eksklusif karena kurang berbaur. Sejak reformasi kondisi itu sudah berubah, kehidupan masyarakat berbaur, tidak dipengaruhi suku, (Antara)
Editor : Pradanna Putra
"Warga etnis Tionghoa sejak dahulu sampai sekarang terkenal lihai berdagang. Banyak yang sukses," kata Sekda Tanjungpinang Riono di Tanjungpinang, Jumat.
Ia mengatakan, Tanjungpinang pada hari pertama perayaan Imlek tampak lengang, karena nyaris tidak ada aktivitas perdagangan. Biasanya, aktivitas perdagangan dimulai pada hari ketiga atau kelima Imlek.
"Pada hari pertama dan kedua Imlek ribuan toko dan kios di Tanjungpinang tutup. Hal itu disebabkan para pedagang merayakan Imlek. Hampir semua swalayan pun tutup karena pemiliknya merayakan Imlek," ucapnya.
Riono mengemukakan, warga etnis Tionghoa di Tanjungpinang tidak hanya menguasai perekonomian berskala kecil dan sedang, melainkan juga usaha berskala besar, seperti pembuatan kapal, perumahan, restoran dan perhotelan.
"Banyak warga etnis Tionghoa di Tanjungpinang menjadi pengusaha sukses. Mereka menggeluti usahanya secara serius," ucapnya.
Menurut dia, warga etnis Tionghoa sejak zaman Kerajaan Riau-Lingga terkenal lihai menggeluti sektor perdagangan. Mereka juga membangun sejumlah kawasan perdagangan yang diberikan raja-raja terdahulu, seperti Senggarang.
"Di Senggarang pula raja mengijinkan warga etnis Tionghoa untuk membangun tempat ibadah, yang dikenal dengan nama Kelenteng Akar," tuturnya.
Kehadiran pedagang dari kalangan etnis Tionghoa sejak dahulu membantu memajukan perekonomian Kepri, khususnya Tanjungpinang. Mereka pun semakin lama hidup membaur dengan masyarakat dari suku lainnya.
"Kalau dahulu sampai orde baru mereka dikenal sebagai suku yang eksklusif karena kurang berbaur. Sejak reformasi kondisi itu sudah berubah, kehidupan masyarakat berbaur, tidak dipengaruhi suku, (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga binaan Tionghoa ikut rayakan Imlek di Lapas Narkotika Tanjungpinang
30 January 2025 7:29 WIB, 2025
Vihara Maitreya Batam siapkan 10 menu makanan vegetarian pada Imlek 2025
29 January 2025 15:16 WIB, 2025
Ribuan warga Tionghoa padati Vihara Maitreya Batam di momen Imlek 2025
29 January 2025 13:24 WIB, 2025
Projamin minta Polda Metro Jaya mengusut dugaan penistaan agama Pendeta Gilbert
20 June 2024 19:18 WIB, 2024
Gubernur Kepri sebut bazar Imlek Kota Tua jadi destinasi wisata kuliner
22 January 2024 14:47 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing
29 January 2026 15:51 WIB