PMDN bangun pabrik rokok di Dompak
Rabu, 30 Mei 2018 14:51 WIB
Dokumentasi sejumlah pekerja mitra produksi sigaret (MPS) PT HM Sampoerna melinting rokok dengan peralatan tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/10). (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Penanam Modal Dalam Negeri berencana membangun pabrik rokok di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Kepala Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang, Den Yealta, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, pembangunan pabrik rokok direncanakan dimulai setelah Idul Fitri 1439 H.
"Pengembangan usaha ini sudah direncanakan cukup lama oleh investor ini. Tentu ini kabar baik, yang kami tindak lanjuti," ujarnya.
Ia mengemukakan, penanam modal yang masih enggan disebutkan namanya itu sudah beberapa kali meninjau lokasi. Selain itu, Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang juga berulang kali menggelar rapat membahas rencana tersebut.
Total investasi yang ditanamkan diperkirakan lebih dari Rp100 miliar. Pembangunan pabrik rokok ini juga diharapkan akan menyerap tenaga kerja cukup banyak.
Selain itu, kata dia pendapatan daerah juga akan meningkat.
"Pasti memberi dampak positif pada perekonomian masyarakat," tuturnya.
Jika terealisasi, maka ini investasi pertama yang ditanamkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Tanjungpinang.
"Kami memberi kemudahan agar proses administrasi berjalan cepat sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Den Yealta mengatakan penanam modal tertarik membangun pabrik rokok di Tanjungpinang karena lokasi ibu kota Kepri itu strategis, berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.
"Kemungkinan rokok juga diekspor ke Malaysia dan Singapura," ujarnya.
Kepala Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang, Den Yealta, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, pembangunan pabrik rokok direncanakan dimulai setelah Idul Fitri 1439 H.
"Pengembangan usaha ini sudah direncanakan cukup lama oleh investor ini. Tentu ini kabar baik, yang kami tindak lanjuti," ujarnya.
Ia mengemukakan, penanam modal yang masih enggan disebutkan namanya itu sudah beberapa kali meninjau lokasi. Selain itu, Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang juga berulang kali menggelar rapat membahas rencana tersebut.
Total investasi yang ditanamkan diperkirakan lebih dari Rp100 miliar. Pembangunan pabrik rokok ini juga diharapkan akan menyerap tenaga kerja cukup banyak.
Selain itu, kata dia pendapatan daerah juga akan meningkat.
"Pasti memberi dampak positif pada perekonomian masyarakat," tuturnya.
Jika terealisasi, maka ini investasi pertama yang ditanamkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Tanjungpinang.
"Kami memberi kemudahan agar proses administrasi berjalan cepat sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Den Yealta mengatakan penanam modal tertarik membangun pabrik rokok di Tanjungpinang karena lokasi ibu kota Kepri itu strategis, berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.
"Kemungkinan rokok juga diekspor ke Malaysia dan Singapura," ujarnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gugus tugas COVID-19 Jatim sedang tangani temuan di pabrik Sampoerna Surabaya
30 April 2020 4:36 WIB, 2020
Pemprov Kepri Renovasi Masjid Raya Dompak untuk berikan kenyamanan beribadah
04 September 2026 18:11 WIB
Pemprov Kepri tanam 1.000 bibit pohon mangrove di pesisir Pantai Pulau Dompak
27 July 2026 16:01 WIB
Pelni jaga kelestarian laut, tanam 3.000 bibit lamun di perairan Tanjungpinang
15 November 2025 4:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Walikota : Pariwisata Batam tingkatkan penerimaan pajak hotel dan restoran
08 September 2026 13:13 WIB