Tidak ada desa yang terisolir di Karimun
Senin, 9 Juli 2018 8:51 WIB
Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri/Nursali)
Karimun (Antaranews Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq menyatakan di wilayahnya tidak ada desa yang terisolasi dan tertinggal.
"Tidak ada desa yang terisolasi dan tertinggal. Semua desa sudah terbuka dengan baik, mulai dari infrastruktur, jalan aksesnya," kata dia di Tanjung Balai Karimun.
Aunur Rafiq mengatakan pembangunan di semua desa telah berjalan dan tidak lagi terisolasi karena memiliki akses transportasi dengan baik, tinggal bagaimana melakukan percepatan dan penguatan pembangunan masing-masing desa.
"Kita dalam penguatan. Bagaimana perbandingan yang seimbang antara satu desa dengan desa lain sehingga sama-sama tumbuh, sesuai potensi dan sumber daya alamnya," kata dia.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah telah meletakkan kebijakan pembangunan daerah pedesaan, yaitu penguatan dan percepatan pembangunan infrastruktur seperti air bersih, jalan. Kemudian, pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan dan perekonomian seperti pertanian dan perikanan.
Untuk penguatan dan percepatan pembangunan desa, menurut dia, ada tiga sumber dana yang dikucurkan untuk setiap desa, yaitu dana desa dari pemerintah pusat yang sudah diberikan dalam dua tahun terakhir, kemudian alokasi dana desa serta pembangunan yang bersumber langsung dari APBD.
"Kita sudah berbuat berbagai hal, dan memang belum semuanya berjalan dengan baik," katanya.
Dia berharap dana desa dan ADD bisa membangun kemandirian desa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa).
Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong semua desa segera memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai badan usaha untuk membangun perekonomian desa.
"Kita giring dan dorong agar semua desa memiliki BUMDes. BUMDes wajib dimiliki setiap desa," kata Aunur Rafiq.
Keberadaan BUMDes, lanjut dia, diharapkan mempercepat penguatan ekonomi desa sehingga dapat memperkecil ketimpangan dibandingkan desa yang lain.
"Kebijakan penguatan ekonomi desa itu berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi, ada nelayan, pertanian, buruh dan jasa," kata dia.
BUMDes, menurut dia, merupakan soko guru penguatan perekonomian nasional yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan yang dimulai dari desa. (Antara)
"Tidak ada desa yang terisolasi dan tertinggal. Semua desa sudah terbuka dengan baik, mulai dari infrastruktur, jalan aksesnya," kata dia di Tanjung Balai Karimun.
Aunur Rafiq mengatakan pembangunan di semua desa telah berjalan dan tidak lagi terisolasi karena memiliki akses transportasi dengan baik, tinggal bagaimana melakukan percepatan dan penguatan pembangunan masing-masing desa.
"Kita dalam penguatan. Bagaimana perbandingan yang seimbang antara satu desa dengan desa lain sehingga sama-sama tumbuh, sesuai potensi dan sumber daya alamnya," kata dia.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah telah meletakkan kebijakan pembangunan daerah pedesaan, yaitu penguatan dan percepatan pembangunan infrastruktur seperti air bersih, jalan. Kemudian, pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan dan perekonomian seperti pertanian dan perikanan.
Untuk penguatan dan percepatan pembangunan desa, menurut dia, ada tiga sumber dana yang dikucurkan untuk setiap desa, yaitu dana desa dari pemerintah pusat yang sudah diberikan dalam dua tahun terakhir, kemudian alokasi dana desa serta pembangunan yang bersumber langsung dari APBD.
"Kita sudah berbuat berbagai hal, dan memang belum semuanya berjalan dengan baik," katanya.
Dia berharap dana desa dan ADD bisa membangun kemandirian desa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa).
Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong semua desa segera memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai badan usaha untuk membangun perekonomian desa.
"Kita giring dan dorong agar semua desa memiliki BUMDes. BUMDes wajib dimiliki setiap desa," kata Aunur Rafiq.
Keberadaan BUMDes, lanjut dia, diharapkan mempercepat penguatan ekonomi desa sehingga dapat memperkecil ketimpangan dibandingkan desa yang lain.
"Kebijakan penguatan ekonomi desa itu berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi, ada nelayan, pertanian, buruh dan jasa," kata dia.
BUMDes, menurut dia, merupakan soko guru penguatan perekonomian nasional yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan yang dimulai dari desa. (Antara)
Pewarta : Rusdianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bencana Sumatera, Mensos: Bantuan daerah terisolir disalurkan lewat udara
02 December 2025 12:57 WIB
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Polres Karimun bagikan helm dan beri edukasi keselamatan saat berlalu lintas
04 February 2026 15:52 WIB