Bandara Hang Nadim tambah dua unit x-ray
Selasa, 14 Agustus 2018 15:31 WIB
Direktur BUBU Internasional Hang Nadim, Suwarso. (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau akan menambah dua unit mesin pemindai atau x-ray pada 2019 mendatang.
"Sekarang Bandara Hang Nadim memiliki sembilan x-ray," kata Direktur BUBU Internasional Hang Nadim, Suwarso, di Batam, Senin.
Suwarso mengatakan dari sembilan x-ray tersebut, yang digunakan hanya delapan dan satu unit menjadi cadangan apabila ada mesin yang rusak atau ada kendala saat dioperasikan.
Suwarso menambahkan untuk pengadaan satu unit mesin x-ray pihaknya akan mengeluarkan biaya sekitar Rp1,2 miliar sampai Rp2,1 miliar.
"Harga tergantung dari spesifikasi mesin," ujar Suwarso. Saat ini lanjut Suwarso, Bandara Internasional Hang Nadim menggunakan mesin x-ray dengan merk sieman dan L Tree.
Dari kedua mesin tersebut, kata Suwarso, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. "Kalau siemen itu buatan Jerman dan L Tree buatan China (Tiongkok)," papar Suwarso.
Suwarso mengatakan beberapa waktu lalu sempat terjadi gangguan dari salah satu mesin x-ray di pintu keberangkatan.
Namun hal itu tidak menganggu aktivitas penerbangan dan layanan di Bandaran Hang Nadim Batam. "Kemarin itu ada komponennya yang rusak dan sparepartnya sudah kita ganti, sekarang sudah oke lagi," papar Suwarso.
Suwarso menambahkan pihaknya terua melakukan pemeriksaan rutin pada setiap mesin x-ray agar tidak ada kendala saat digunakan. "Itu (mesin x-ray) selalu kita cek setiap pagi," kata Suwarso.
Dengan adanya penambahan dua unit lanjut Suwarso, Bandara Internasional Hang Nadim nantinya akan memiliki 11 mesin x-ray.
"Sekarang Bandara Hang Nadim memiliki sembilan x-ray," kata Direktur BUBU Internasional Hang Nadim, Suwarso, di Batam, Senin.
Suwarso mengatakan dari sembilan x-ray tersebut, yang digunakan hanya delapan dan satu unit menjadi cadangan apabila ada mesin yang rusak atau ada kendala saat dioperasikan.
Suwarso menambahkan untuk pengadaan satu unit mesin x-ray pihaknya akan mengeluarkan biaya sekitar Rp1,2 miliar sampai Rp2,1 miliar.
"Harga tergantung dari spesifikasi mesin," ujar Suwarso. Saat ini lanjut Suwarso, Bandara Internasional Hang Nadim menggunakan mesin x-ray dengan merk sieman dan L Tree.
Dari kedua mesin tersebut, kata Suwarso, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. "Kalau siemen itu buatan Jerman dan L Tree buatan China (Tiongkok)," papar Suwarso.
Suwarso mengatakan beberapa waktu lalu sempat terjadi gangguan dari salah satu mesin x-ray di pintu keberangkatan.
Namun hal itu tidak menganggu aktivitas penerbangan dan layanan di Bandaran Hang Nadim Batam. "Kemarin itu ada komponennya yang rusak dan sparepartnya sudah kita ganti, sekarang sudah oke lagi," papar Suwarso.
Suwarso menambahkan pihaknya terua melakukan pemeriksaan rutin pada setiap mesin x-ray agar tidak ada kendala saat digunakan. "Itu (mesin x-ray) selalu kita cek setiap pagi," kata Suwarso.
Dengan adanya penambahan dua unit lanjut Suwarso, Bandara Internasional Hang Nadim nantinya akan memiliki 11 mesin x-ray.
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Putra SYL dipanggil KPK sebagai saksi korupsi pengadaan xray Kementan
04 September 2024 15:03 WIB, 2024
KPK mulai sidik kasus dugaan korupsi pengadaan xray Badan Karantina Pertanian
16 August 2024 19:04 WIB, 2024
BP Batam pulihkan lahan bekas tambang pasir ilegal di kawasan Bandara Hang Nadim
18 May 2026 20:31 WIB
BP Batam pulihkan lahan bekas tambang pasir ilegal di kawasan Bandara Hang Nadim
11 May 2026 15:50 WIB
Bandara Hang Nadim Batam siapkan skema arus balik antisipasi lonjakan penumpang
24 March 2026 19:25 WIB
Bandara Batam tambah kapasitas layanan pemeriksaan keamanan saat mudik lebaran 2026
18 March 2026 15:38 WIB
Bandara Hang Nadim Batam tambah rute baru penerbangan internasional Batam-Kuala Lumpur
14 March 2026 13:39 WIB
Bandara Hang Nadim Batam proyeksi 280 ribu penumpang saat Angkutan Lebaran 2026
12 March 2026 12:31 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB