Tantangan syuting selama pandemi

id Dealova 2,Andibachtiar Yusuf, Ray nayoan

Tantangan syuting selama pandemi

Ilustrasi proses produksi film, di lokasi syuting "Dealova 2", Jakarta, Minggu (13/9/2020). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Ray Nayoan mengungkapkan dirinya dan para kru "Dealova 2" harus banyak menyesuaikan diri dan jadwal untuk melakukan syuting di tengah pandemi dan diberlakukannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta.

Ray mengungkapkan, ia harus merombak konsep dan lokasi awal film agar proses produksi bisa dilakukan di Jakarta saja.

"Tantangannya, sebenarnya dari awal sudah pusing, karena awalnya mau road trip ke Surabaya, mengingat di sana ada DBL (Deteksi Basketball League), punya fanbase besar, pertandingan basket antarkota, dan komunitas juga ada," kata Ray saat ditemui di Jakarta, Minggu (13/9).

"Tapi, karena ada PSBB kita akhirnya di Jakarta saja," ujarnya menambahkan.

Di Jakarta, Ray dan tim "Dealova 2" sempat melakukan syuting di rumah susun (rusun Klender). Ia mengatakan, para warga aktif untuk mengingatkan kru untuk mengenakan masker di lokasi.

"Tapi, ketika kita syuting di rusun Klender itu, di luar dugaan, warga pakai masker semua dan mau saling mengingatkan. Awareness orang-orang tinggi, bukan sekadar gimmick," kata dia.
 
Kru dan pemain utama "Dealova 2" di lokasi syuting "Dealova 2", Jakarta, Minggu (13/9/2020). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Sementara itu, produser Andibachtiar Yusuf dan Rama Anugrah mengungkapkan, sebenarnya jadwal syuting mereka direncanakan pada awal Februari dan awal April.

Namun, karena pandemi COVID-19, jadwal terus mengalami penundaan hingga akhirnya syuting dilakukan pada September.

"Kita harusnya syuting Februari, lalu bergeser ke April. Namun, sekitar dua minggu sebelum syuting, krunya enggak lengkap karena sidah mulai PSBB," kata Yusuf.

"Kita selesaikan syuting sekarang karena sudah pas di ujung (jelang PSBB Total), dan membutuhkan banyak pemain ekstra," ujarnya melanjutkan.

Proses produksi pun dilakukan dengan protokol kesehatan standar yang telah ditentukan oleh pemerintah, asosiasi-asosiasi produser dan WHO.

Semua kru dan pemain telah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan terbukti negatif COVID-19 sehingga produksi bisa berlangsung.

Yusuf pun berharap, "Dealova 2" dapat tayang di bioskop Indonesia pada akhir 2021.

"Kita PD (percaya diri) 'Dealova 2' akan tayang di bioskop walaupun belum tahu kapan (tanggal pastinya). Harapannya Januari 2021, sudah kembali normal lagi, dengan penayangan film ini kira-kira di akhir 2021," kata dia.

Menurut Yusuf, ia memprediksi bahwa kebanyakan film yang mungkin harus tertunda perilisannya tahun ini, akan memilih untuk merilis film di awal 2021. Maka dari itu, pihaknya berencana untuk merilis "Dealova 2" pada akhir tahun.

"Alasannya, selain awal 2021 pasti penuh, dan tahun ini kita juga belum tahu bioskop kapan buka lagi. Dan target sementara masih bioskop (belum ke OTT)," imbuhnya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar