Batam (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan modal usaha kepada korban kebakaran Kampung Selayang Kota Batam, agar bisa terus menjalankan hidup setelah mendapatkan musibah.

Relawan Mobile Social Rescue (MSR) ACT Kepri, Nadilla di Batam, Selasa, mengatakan bantuan diberikan kepada korban kebakaran yang sudah lanjut usia,
Lenna (66) atau lebih dikenal dengan Nenek Siti.

Sebelum api menghanguskan kediamannya di Kampung Selauang pada 18 Maret 2019, Nenek Siti menjual gorengan dengan keliling Kawasan Industri Batamindo.

Namun, setelah kebakaran, Nenek Siti kehilangan peralatan dan modal untuk kembali berjualan. Api telah menghanguskan seluruh uang yang telah ia tabung selama bertahun-tahun.

"Melalui program MSR, ACT Kepri memberikan bantuan karitatif berupa modal usaha untuk nenek Siti," tambah Nadilla.

Awal pekan ini, Tim ACT Kepri mengajak Nenek Siti berbelanja kebutuhan harian dan berjualan gorengan serta memberikan bantuan operasional," lanjutnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat menambah semangat Nenek Siti dalam melanjutkan hidupnya.

"Karena sejak rumahnya terbakar nenek Siti membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan kehilangan rumah serta sumber mata pencahariannya," sebut dia.

Nenek Siti merupakan lansia kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang merantau ke Batam sejak 1998.

Di Batam, ia tinggal seorang diri tanpa memiliki keluarga di Batam. Saat ini ia menumpang di rumah tetangga.

Nadilla melanjutkan, sebenarnya Paguyuban Sumsel memberikan bantuan rumah sederhana semi permanen untuk Nenek Siti. Namun, hingga saat ini belum dapat ditinggali. Beberapa orang warga masih membantu membereskan rumah itu agar nyaman ditinggali Nenek Siti.

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2024