Pendapatan nelayan Natuna menurun 75 persen
Jumat, 3 Januari 2020 19:08 WIB
Sejumlah kapal asing hasil tangkapan yang bersandar di Pangkalan PSDKP Batam beberapa waktu lalu. (ANTARA/Naim)
Batam (ANTARA) - Pendapatan ikan nelayan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau berkurang sekitar 75 persen, semenjak 2 bulan terakhir.
"Kalau semenjak 2 bulan terakhir, iya, penurunannya jauh turun," kata pengumpul ikan Kabupaten Natuna, Boy melalui sambungan telepon di Batam, Jumat.
Ia menyatakan, biasanya, satu kelompok nelayan mengumpulkan hingga 4 kotak ikan. Satu kotak bisa memuat hingga 100 Kg ikan. Namun kini, para pencari ikan hanya bisa mengumpulkan 1 kotak.
"Itu penghasilan 4 hari di laut. Ada juga yang seminggu di laut dapat 2 kotak," ujar dia.
Menurut dia, terdapat beberapa penyebab pendapatan nelayan Natuna berkurang sejak 2 bulan terakhir, diantaranya karena cuaca dan gelombang laut yang tinggi, serta ketakutan nelayan melaut jauh.
Ia menambahkan, nelayan Natuna kini tidak berani melaut jauh karena khawatir tertabrak kapal Vietnam yang mencari ikan di sekitar laut yang sama.
"Karena nelayan yang ada di Natuna kapalnya kecil. Mau menyeberang jauh takut. Karena di sini kebanyakan kapal Vietnam," kata dia.
Banyak nelayan Natuna yang memilih untuk mencari ikan hanya di perairan terdekat, meski peluang mendapatkan ikan di tempat jauh lebih banyak.
Sementara itu, dari Natuna dilaporkan, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Bunguran Timur, Natuna, Herman mengimbau anggotanya agar tidak takut untuk terus melaut.
Ia berharap Kapal Pengawas Indonesia turut mengawasi nelayan Natuna saat mencari ikan di perairan Indonesia.
"Kalau semenjak 2 bulan terakhir, iya, penurunannya jauh turun," kata pengumpul ikan Kabupaten Natuna, Boy melalui sambungan telepon di Batam, Jumat.
Ia menyatakan, biasanya, satu kelompok nelayan mengumpulkan hingga 4 kotak ikan. Satu kotak bisa memuat hingga 100 Kg ikan. Namun kini, para pencari ikan hanya bisa mengumpulkan 1 kotak.
"Itu penghasilan 4 hari di laut. Ada juga yang seminggu di laut dapat 2 kotak," ujar dia.
Menurut dia, terdapat beberapa penyebab pendapatan nelayan Natuna berkurang sejak 2 bulan terakhir, diantaranya karena cuaca dan gelombang laut yang tinggi, serta ketakutan nelayan melaut jauh.
Ia menambahkan, nelayan Natuna kini tidak berani melaut jauh karena khawatir tertabrak kapal Vietnam yang mencari ikan di sekitar laut yang sama.
"Karena nelayan yang ada di Natuna kapalnya kecil. Mau menyeberang jauh takut. Karena di sini kebanyakan kapal Vietnam," kata dia.
Banyak nelayan Natuna yang memilih untuk mencari ikan hanya di perairan terdekat, meski peluang mendapatkan ikan di tempat jauh lebih banyak.
Sementara itu, dari Natuna dilaporkan, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Bunguran Timur, Natuna, Herman mengimbau anggotanya agar tidak takut untuk terus melaut.
Ia berharap Kapal Pengawas Indonesia turut mengawasi nelayan Natuna saat mencari ikan di perairan Indonesia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG tingkatkan keselamatan melaut dengan sekolah lapang cuaca nelayan di Natuna
22 September 2026 16:42 WIB
Pemkab Natuna: Pembangunan kampung nelayan merah putih Cemaga Utara capai 96 persen
04 July 2026 14:52 WIB
Diduga tangkap ikan ilegal, Guspurla Koarmada I buru kapal ikan asing di Laut Natuna Utara
11 June 2026 13:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BP Batam pastikan data center bangun SWRO mandiri untuk kebutuhan air tawar
24 September 2026 17:00 WIB
Soal rekening massal, Menko Airlangga perkirakan 74 juta penduduk belum punya akun
24 September 2026 13:40 WIB