Republik Ceko konfirmasikan tiga kasus pertama COVID-19
Senin, 2 Maret 2020 11:00 WIB
Beberapa personel militer mengenakan masker ketika berjaga-jaga di luar katedram Duomo, yang ditutup oleh pihak berwenang karena wabah virus corona, di Milan, Italia, Senin (24/2/2020). (ANTARA/REUTERS/Flavio Lo Scalzo/tm)
Praha (ANTARA) - Republik Ceko langsung mengkonfirmasi tiga kasus pertama virus corona, yang melibatkan pasien yang baru saja bepergian dari Italia utara, menurut Menteri Kesehatan Adam Vojtech, Minggu.
Pejabat kesehatan menyebutkan pasien itu, dua warga Ceko dan satu mahasiswa AS yang kuliah di Milan, menunjukkkan gejala ringan. Dua pasien berada di Kota Praha dan sisanya di Kota Usti nad Labem, 90 km utara ibu kota.
Vojtech memperingatkan perjalanan tak perlu ke kawasan di Italia utara, yang mencatat kasus terbanyak virus corona di Eropa.
"Kami meminta semua orang mempertimbangkan benar-benar untuk tidak bepergian ke kawasan (terdampak) untuk liburan atau hanya sekedar bermain ski kecuali jika diperlukan, lantaran adanya risiko," kata Vojtech saat konferensi pers.
Republik Ceko merupakan negara pertama di Eropa tengah yang melaporkan kasus virus corona meski pihaknya bergabung dalam daftar lain negara di Eropa, yang memerangi penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang sejak muncul di China pada akhir tahun lalu.
Sumber: Reuters
Pejabat kesehatan menyebutkan pasien itu, dua warga Ceko dan satu mahasiswa AS yang kuliah di Milan, menunjukkkan gejala ringan. Dua pasien berada di Kota Praha dan sisanya di Kota Usti nad Labem, 90 km utara ibu kota.
Vojtech memperingatkan perjalanan tak perlu ke kawasan di Italia utara, yang mencatat kasus terbanyak virus corona di Eropa.
"Kami meminta semua orang mempertimbangkan benar-benar untuk tidak bepergian ke kawasan (terdampak) untuk liburan atau hanya sekedar bermain ski kecuali jika diperlukan, lantaran adanya risiko," kata Vojtech saat konferensi pers.
Republik Ceko merupakan negara pertama di Eropa tengah yang melaporkan kasus virus corona meski pihaknya bergabung dalam daftar lain negara di Eropa, yang memerangi penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang sejak muncul di China pada akhir tahun lalu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB