Menhub dalam kondisi membaik selama perawatan COVID-19
STATUS DARURAT COVID-19 DI INDONESIA. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) bersama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pemerintah menyatakan status keadaan tertentu darurat penanggulangan virus corona atau COVID-19 berlaku sampai 29 Mei 2020, sementara jumlah pasien positif COVID-19 tercatat sebanyak 172 kasus hingga Selasa (17/3). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
"Salah satu pejabat negara positif COVID-19, kita tahu Menhub. Kemudian kendisi sekarang bagus, kami berkomunikasi dengan dokter yang merawat, keadaannya stabil mengarah ke perbaikan yang signifikan," kata Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan atas dasar Budi Karya Sumadi terkena COVID-19 itu memicu kesadaran akan kewaspadaan mengingat Menhub sempat hadir beberapa kali di Istana bersama Presiden Joko Widodo, para menteri dan unsur terkait.
Yuri mengatakan pihaknya sudah melakukan contact tracing atau pelacakan kontak siapa saja yang dekat dengan Menhub dan terhadap mereka dilakukan pengecekan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.
"Hasil sudah ada tapi sekali lagi karena ini hasil 'general check up' maka kami tidak akan 'declare' hasilnya karena hasil tersebut langsung diserahkan kepada pejabat yang bersangkutan bukan kita 'declare'. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik sampai saat ini," katanya.
Seiring dengan itu, Yuri mengatakan pemerintah juga terus melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang melakukan kontak aktif dengan penderita COVID-19 yang pada Selasa sudah menjadi 172 orang positif terjangkiti.
Dia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa harus juga ikut waspada terhadap kemungkinan penularan.
"Beberapa yang kemudian memiliki kontak dengan kasus positif yang sudah kita nyatakan, melaksanakan konsultasi kepada dokter di berbagai rumah sakit dan di antara mereka ada yang kemudian diputuskan dokter untuk dilakukan tes swab mendeteksi COVID-19," kata dia.
Kendati demikian, Yuri mengatakan beberapa orang yang melakukan kontak dengan positif COVID-19 ada yang memerlukan tes swab dan ada yang tidak tergantung pertimbangan dokter pemeriksa.
Edukasi soal COVID-19, kata dia, sangat diperlukan bagi masyarakat sehingga tahu seluk beluk penyakit yang menjadi pandemi di berbagai negara saat ini.
Menurut dia, edukasi menjadi mutlak sehingga masyarakat tahu betul hal yang harus dilakukan manakala merasa badannya tidak enak atau ada sesuatu yang mengganggu pada aspek kesehatannya.
"Kita Edukasi paling tidak untuk melakukan tes COVID-19 ini, apa, bagaimana menularnya, bagaimana mencegahnya. Ini penting karena basis pengelolaan penyakit ini adalah pada komunitas masyarakat. Ini yang kita harapkan sehingga secara sinergi bersama unsur kesehatan yang ada di Pemda dan sebagainya bisa bersama-sama untuk mengendalikan ini," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Batam prediksi puncak arus mudik tujuan Belawan terjadi pada 16 dan 19 Maret
06 March 2026 11:45 WIB
Indonesia berpartisipasi dalam Latihan militer di Pakistan yang diikuti 19 negara
05 February 2026 14:01 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Iran desak Dewan Keamanan PBB tolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan AS
07 May 2026 15:41 WIB
Menkeu AS Bessent isyaratkan Donald Trump akan "tekan" Xi Jinping terkait Iran
05 May 2026 12:19 WIB