Pemkot Batam bersiap sambut wisatawan "new normal"
Jumat, 29 Mei 2020 16:06 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata (Naim)
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, bersama pelaku usaha pariwisata setempat bersiap menyambut kunjungan wisatawan pada kondisi "new normal" dengan sejumlah protokol kesehatan COVID-19.
"Kita sama-sama berjuang agar sektor pariwisata ini kembali bangkit," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Jumat.
Disbudpar bersama pelaku usaha duduk bersama, merumuskan teknis protokol kesehatan yang akan diterapkan di masing-masing sektor, seperti pada hotel, restoran, dan spa.
Baca juga: Masjid di Kota Batam mulai gelar Shalat Jumat
Sejumlah usulan yang dibahas antara lain menyediakan pelayanan kesehatan "on duty" untuk hotel berbintang dan "on call" untuk hotel nonbintang, serta menempatkan tanda pembatas jaga jarak pada ruang bilas dan ruang ganti pada fasilitas spa.
Kebijakan protokol kesehatan dibutuhkan di setiap sektor pariwisata. Selain untuk memutus mata rantai penularan virus itu sendiri, protokol kesehatan juga demi meyakinkan tamu yang datang, akan keamanan mereka beraktivitas di sana.
Ia berharap seluruh usaha sektor pariwisata yang akan dibuka menerapkan protokol kesehatan sesuai kesepakatan, demi kebaikan bersama.
Menurut dia, pariwisata merupakan industri yang paling terdampak COVID-19. Banyak pegawai hotel, restoran, spa dan lainnya yang terpaksa dirumahkan.
Baca juga: Warga Kepri diminta makin disiplin jelang normal baru COVID-19
Ardi mengharapkan, dengan pembukaan kembali pariwisata, maka industri wisata setempat dapat kembali bangkit, dan memutar roda ekonomi kota.
"Sektor pariwisata harus bangkit lagi. Apalagi Singapura dan Malaysia mulai melakukan pelonggaran pada Juni," kata dia.
"Kita sama-sama berjuang agar sektor pariwisata ini kembali bangkit," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Jumat.
Disbudpar bersama pelaku usaha duduk bersama, merumuskan teknis protokol kesehatan yang akan diterapkan di masing-masing sektor, seperti pada hotel, restoran, dan spa.
Baca juga: Masjid di Kota Batam mulai gelar Shalat Jumat
Sejumlah usulan yang dibahas antara lain menyediakan pelayanan kesehatan "on duty" untuk hotel berbintang dan "on call" untuk hotel nonbintang, serta menempatkan tanda pembatas jaga jarak pada ruang bilas dan ruang ganti pada fasilitas spa.
Kebijakan protokol kesehatan dibutuhkan di setiap sektor pariwisata. Selain untuk memutus mata rantai penularan virus itu sendiri, protokol kesehatan juga demi meyakinkan tamu yang datang, akan keamanan mereka beraktivitas di sana.
Ia berharap seluruh usaha sektor pariwisata yang akan dibuka menerapkan protokol kesehatan sesuai kesepakatan, demi kebaikan bersama.
Menurut dia, pariwisata merupakan industri yang paling terdampak COVID-19. Banyak pegawai hotel, restoran, spa dan lainnya yang terpaksa dirumahkan.
Baca juga: Warga Kepri diminta makin disiplin jelang normal baru COVID-19
Ardi mengharapkan, dengan pembukaan kembali pariwisata, maka industri wisata setempat dapat kembali bangkit, dan memutar roda ekonomi kota.
"Sektor pariwisata harus bangkit lagi. Apalagi Singapura dan Malaysia mulai melakukan pelonggaran pada Juni," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Disbudpar Batam sebut transportasi AirFish tambah daya tarik wisman Singapura
07 February 2026 11:30 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB