Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang: Kunjungan wisman triwulan I meningkat

Senin, 11 Mei 2026 07:58 WIB
Image Print
Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat masih menjadi daya tarik utama wisman untuk datang ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Nazri menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu selama triwulan I-2026 menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nazri menyebutkan pada bulan Januari 2026, kunjungan wisman ke Tanjungpinang tercatat sebanyak 4.030 kunjungan, lalu naik menjadi 5.047 kunjungan pada Februari 2026, kemudian kembali naik menjadi 5.622 pada Maret 2026.

"Negara asal wisman itu mayoritas berasal dari Singapura, diikuti Malaysia, Tiongkok, India dan Korea Selatan," kata Nazri di Tanjungpinang, Minggu.

Menariknya, kata Nazri, kunjungan wisman ke Tanjungpinang terus mengalami kenaikan, ketika kunjungan wisman ke Batam, Bintan dan Karimun yang justru mengalami tren penurunan.

Menurut dia, warisan budaya Melayu dan pesona Pulau Penyengat masih menjadi daya tarik utama wisman untuk datang ke Tanjungpinang.

"Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Tanjungpinang yang selama ini mengandalkan kekuatan wisata budaya, sejarah, religi hingga kuliner khas Melayu," ujarnya

Sementara, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Tanjungpinang-Bintan Sapril Sembiring mendorong pemerintah daerah lebih kreatif dalam hal membangun dan mengembangkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

"Sebagai pelaku usaha wisata, kami menilai banyak yang harus ditingkatkan. Perlu kreativitas dari pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Sapril.

ASITA menyambut baik tren kenaikan jumlah kunjungan wisman di Tanjungpinang pada periode Maret 2026 yang sebesar 3,89 persen, jika dibanding Februari 2026.

Meski demikian, ia meminta Pemkot Tanjungpinang tidak cepat berpuas hati, justru kenaikan kunjungan wisman ini harus menjadi pemicu bagaimana memikirkan agar wisman yang datang ke depan terus meningkat.

Menurut dia, salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisman ke Tanjungpinang, adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal feri atau kapal cepat.

Sapril mencontohkan jadwal kedatangan kapal dari Malaysia yang tiba di terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada sore hari, dan jadwal keberangkatan kembali pada pagi hari.

Kondisi itu, praktis menyebabkan tidak banyak hal yang dapat dilakukan wisman, terutama yang melakukan kunjungan tur wisata satu hari.

Dengan tarif yang lebih mahal dan waktu perjalanan yang lebih lama, wisman cenderung memilih tujuan kedatangan di Kota Batam.

"Terlebih kita tidak mampu menyuguhkan daya tarik wisata pada malam hari, sehingga tak ada yang membuat wisman ingin mengulang kembali kunjungannya. Mungkin pemkot bisa membicarakannya bersama operator kapal dan otoritas pelabuhan soal jadwal feri,” ungkap Sapril.

Lebih lanjut, Sapril turut mendorong perbaikan kualitas dan pengayaan destinasi wisata perlu dilaksanakan. Tidak hanya mengandalkan destinasi wisata yang telah ada, seperti Pulau Penyengat.

Jika ada objek wisata atau atraksi wisata yang terjadwal secara kontinyu, tentu akan lebih banyak paket wisata yang bisa dijual dari Tanjungpinang.

"Kawasan Tepi Laut, dan Gedung Gonggong jika dikelola lebih baik sebenarnya dapat dijadikan destinasi wisata alternatif. Perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi, biro perjalanan wisata dan pihak terkait ke lainnya," demikian Sapril.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026