Sorgum jadi varietas unggul nasional
Selasa, 23 Juni 2020 9:33 WIB
Ilustrasi - Salah satu budi daya tanaman sorgum di Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/Azis Senong)
Mataram (ANTARA) - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan sorgum Numbu sebagai varietas unggul nasional yang merupakan salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memotivasi petani menanam jenis pangan non-beras tersebut.
"Kami mendorong petani mengembangkan sorgum sebagai penyiapan pangan lokal supaya ada diversifikasi pangan selain beras. Ini juga bagian dari program Kementerian Pertanian," kata Kepala BPTP NTB Awaluddin Hipi di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan lokasi pengembangan Sorgum Numbu tersebut di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur di lahan seluas satu hektare. Penanaman sudah dilakukan sejak 2019 dan masih berlanjut hingga 2020.
Dari hasil panen perdana, kata Awaluddin, diperoleh sorgum sebanyak 1,8 ton per hektare. Jumlah tersebut naik menjadi 2 ton per hektare saat panen kedua kalinya.
Hasil produksi dari uji coba di lahan seluas satu hektare tersebut dimanfaatkan untuk benih. Bagi para petani yang berminat membudidayakan bisa memperoleh benih tersebut.
"Pengembangan benih sorgum tersebut belum melibatkan petani. Tapi kami pernah melakukan pengkajian di Desa Ijo Balit, Kabupaten Lombok Timur, yang terintegrasi dengan ternak. Jadi petani bisa memanfaatkan daun dan batang untuk pakan ternak," ujarnya.
Menurut dia, selain bijinya sebagai sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, sorgum juga memiliki manfaat lain, yakni batangnya mengandung gula dan bioetanol.
Untuk membudidayakannya juga relatif mudah. Petani hanya mengolah lahan sekali dan panen biji gandung 2-3 kali karena ratun akan tumbuh kembali setelah panen.
Oleh sebab itu, kata Awaluddin, pihaknya terus mendorong petani untuk mengembangkan sorgum karena pada dasarnya warga NTB sudah mengenal tanaman tersebut sejak lama. Namun, bukan sebagai tanaman utama.
"Petani di Kabupaten Bima sudah menanam sorgum varietas lokal sejak lama dan itu yang sedang kami identifikasi untuk didaftarkan sebagai benih unggul nasional. Ada juga di Kabupaten Lombok Utara, tapi masih sebatas tanaman pagar," katanya.
"Kami mendorong petani mengembangkan sorgum sebagai penyiapan pangan lokal supaya ada diversifikasi pangan selain beras. Ini juga bagian dari program Kementerian Pertanian," kata Kepala BPTP NTB Awaluddin Hipi di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan lokasi pengembangan Sorgum Numbu tersebut di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur di lahan seluas satu hektare. Penanaman sudah dilakukan sejak 2019 dan masih berlanjut hingga 2020.
Dari hasil panen perdana, kata Awaluddin, diperoleh sorgum sebanyak 1,8 ton per hektare. Jumlah tersebut naik menjadi 2 ton per hektare saat panen kedua kalinya.
Hasil produksi dari uji coba di lahan seluas satu hektare tersebut dimanfaatkan untuk benih. Bagi para petani yang berminat membudidayakan bisa memperoleh benih tersebut.
"Pengembangan benih sorgum tersebut belum melibatkan petani. Tapi kami pernah melakukan pengkajian di Desa Ijo Balit, Kabupaten Lombok Timur, yang terintegrasi dengan ternak. Jadi petani bisa memanfaatkan daun dan batang untuk pakan ternak," ujarnya.
Menurut dia, selain bijinya sebagai sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, sorgum juga memiliki manfaat lain, yakni batangnya mengandung gula dan bioetanol.
Untuk membudidayakannya juga relatif mudah. Petani hanya mengolah lahan sekali dan panen biji gandung 2-3 kali karena ratun akan tumbuh kembali setelah panen.
Oleh sebab itu, kata Awaluddin, pihaknya terus mendorong petani untuk mengembangkan sorgum karena pada dasarnya warga NTB sudah mengenal tanaman tersebut sejak lama. Namun, bukan sebagai tanaman utama.
"Petani di Kabupaten Bima sudah menanam sorgum varietas lokal sejak lama dan itu yang sedang kami identifikasi untuk didaftarkan sebagai benih unggul nasional. Ada juga di Kabupaten Lombok Utara, tapi masih sebatas tanaman pagar," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perbaiki gizi balita, Pemkab Natuna gulirkan Program Makanan Tambahan berbasis pangan lokal
13 March 2026 11:45 WIB
Dosen Poltekkes Tanjungpinang latih kader posyandu mengolah pangan lokal
10 October 2024 16:04 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB