Dubes Amerika akan tinggalkan China
Senin, 14 September 2020 17:36 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengadakan konferensi pers di kantor pusat Alliande di Brussels, Belgia, Rabu (20/11/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir/foc/djo (ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir/foc/djo/FRANCOIS LENOIR)
Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengindikasikan bahwa Duta Besar AS untuk China Terry Branstad akan meninggalkan jabatannya.
"Saya berterima kasih kepada Duta Besar Terry Branstad atas pengabdiannya selama lebih dari tiga tahun kepada rakyat Amerika sebagai Duta Besar AS untuk Republik Rakyat China," kata Pompeo melalui akun Twitter-nya, Senin.
Pompeo tidak menjelaskan alasan Branstad (73) pergi saat hubungan AS dan China menegang, terutama karena perdagangan bilateral, tuduhan tentang keamanan informasi, dan pandemi virus corona.
Kedutaan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
"Dubes Branstad telah berkontribusi untuk menyeimbangkan kembali hubungan AS-China agar berorientasi pada hasil, timbal balik, dan adil," tambah Pompeo, tanpa secara eksplisit mengatakan Branstad akan pergi.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, jaringan berita CNN melaporkan bahwa Branstad kemungkinan akan meninggalkan China sebelum pemilihan presiden AS pada November.
Kementerian Luar Negeri China di masa lalu menggambarkan Branstad sebagai "teman lama rakyat China".
Dia pertama kali menjalin hubungan dengan Presiden Xi Jinping beberapa dekade lalu ketika Xi mengunjungi Iowa.
Pekan lalu, AS dan China bertukar serangan tentang siapa yang paling memahami kebebasan pers setelah People's Daily resmi menolak menerbitkan artikel yang ditulis oleh Branstad.
Juru bicara Kemlu China Wang Wenbin mengatakan pada konferensi pers harian bahwa China belum menerima pemberitahuan tentang kepergian Branstad.
Sumber: Reuters
"Saya berterima kasih kepada Duta Besar Terry Branstad atas pengabdiannya selama lebih dari tiga tahun kepada rakyat Amerika sebagai Duta Besar AS untuk Republik Rakyat China," kata Pompeo melalui akun Twitter-nya, Senin.
Pompeo tidak menjelaskan alasan Branstad (73) pergi saat hubungan AS dan China menegang, terutama karena perdagangan bilateral, tuduhan tentang keamanan informasi, dan pandemi virus corona.
Kedutaan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
"Dubes Branstad telah berkontribusi untuk menyeimbangkan kembali hubungan AS-China agar berorientasi pada hasil, timbal balik, dan adil," tambah Pompeo, tanpa secara eksplisit mengatakan Branstad akan pergi.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, jaringan berita CNN melaporkan bahwa Branstad kemungkinan akan meninggalkan China sebelum pemilihan presiden AS pada November.
Kementerian Luar Negeri China di masa lalu menggambarkan Branstad sebagai "teman lama rakyat China".
Dia pertama kali menjalin hubungan dengan Presiden Xi Jinping beberapa dekade lalu ketika Xi mengunjungi Iowa.
Pekan lalu, AS dan China bertukar serangan tentang siapa yang paling memahami kebebasan pers setelah People's Daily resmi menolak menerbitkan artikel yang ditulis oleh Branstad.
Juru bicara Kemlu China Wang Wenbin mengatakan pada konferensi pers harian bahwa China belum menerima pemberitahuan tentang kepergian Branstad.
Sumber: Reuters
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB