Militer Lebanon temukan 1,3 ton kembang api saat pengeledahan pelabuhan Beirut
Sabtu, 19 September 2020 18:31 WIB
Pemandangan pelabuhan yang hancur akibat ledakan besar pada 4 Agustus 2020 di Beirut, Lebanon, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Alkis Konstantinidis/WSJ/djo
Beirut (ANTARA) - Angkatan Darat Lebanon menyebut pihaknya menemukan 1,32 ton kembang api selama penggeledahan di pelabuhan Beirut, lokasi ledakan masif pada awal Agustus lalu yang diduga terjadi akibat penyimpanan serampangan zat kimia berjumlah besar.
Angkatan Darat menulis dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya pada Jumat (18/9) bahwa 1.320 kilogram kembang api itu ditemukan dalam 120 kotak di gudang, dan tim zeni (tentara untuk bidang teknis) telah menyingkirkannya.
Pelabuhan itu sendiri, serta kawasan pusat Kota Beirut, diguncang ledakan amat besar pada 4 Agustus.
Ledakan itu menyebabkan sedikitnya 190 orang menjadi korban jiwa. Sejumlah gudang dan silo besar (gudang penyimpanan stok gandum) hancur akibat peristiwa itu.
Dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada 2.750 ton amonium nitrat yang eksplosif, yang ditumpuk selama bertahun-tahun.
Pada 3 September, militer Lebanon menyatakan pihaknya juga menemukan lebih banyak lagi amonium nitrat, yakni sejumlah 4,35 ton, di dekat pintu masuk pelabuhan --yang disebutnya ketika itu tengah mereka urus.
Sumber: Reuters
Angkatan Darat menulis dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya pada Jumat (18/9) bahwa 1.320 kilogram kembang api itu ditemukan dalam 120 kotak di gudang, dan tim zeni (tentara untuk bidang teknis) telah menyingkirkannya.
Pelabuhan itu sendiri, serta kawasan pusat Kota Beirut, diguncang ledakan amat besar pada 4 Agustus.
Ledakan itu menyebabkan sedikitnya 190 orang menjadi korban jiwa. Sejumlah gudang dan silo besar (gudang penyimpanan stok gandum) hancur akibat peristiwa itu.
Dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada 2.750 ton amonium nitrat yang eksplosif, yang ditumpuk selama bertahun-tahun.
Pada 3 September, militer Lebanon menyatakan pihaknya juga menemukan lebih banyak lagi amonium nitrat, yakni sejumlah 4,35 ton, di dekat pintu masuk pelabuhan --yang disebutnya ketika itu tengah mereka urus.
Sumber: Reuters
Pewarta : Suwanti
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Israel incar sosok pemimpin Hizbullah berikutnya dalam serangan ke Beirut
04 October 2024 11:42 WIB, 2024
PBB khawatirkan eskalasi konflik setelah pembunuhan tokoh Hamas di Beirut
04 January 2024 18:45 WIB, 2024
Prajurit TNI AL dan WNI di Beirut rayakan Natal di KRI Frans Kaisiepo
26 December 2023 6:30 WIB, 2023
Banyak jenazah warga asing belum teridentifikasi akibat ledakan di Beirut
10 August 2020 10:43 WIB, 2020