Tim SAR maksimalkan pencarian CVR
Kamis, 14 Januari 2021 10:04 WIB
Anggota Bakamla membawa kantong jenazah korban kecelakaan Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari kelima operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta (ANTARA) - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan untuk korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 memaksimalkan upaya untuk menemukan cockpit voice recorder (CVR).
"Kami juga masih punya alut (alat utama) laut yang mempunyai kemampuan sonar bawah air, deteksi bawah air, yang mudah-mudahan kami akan memaksimalkan, khususnya di dalam pencarian bagian daripada kotak hitam CVR yang mudah-mudahan kita berdoa bersama itu bisa ditemukan, selain dari korban sendiri," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman dalam jumpa pers di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis.
Rasman menuturkan peralatan yang digunakan dalam upaya pencarian pada Kamis (14/1) adalah 54 kapal dari seluruh instansi satuan TNI dan Kepolisian RI yang terlibat dan 13 pesawat.
Selain itu juga ada sekitar 18 alat utama laut skala kecil yang digunakan, di antaranya sea rider, jetski dan perahu karet.
Selain mencari CVR, pencarian korban dan bagian atau serpihan pesawat Sriwijaya SJ 182 juga tetap menjadi prioritas.
Upaya pencarian dilakukan pada Kamis (14/1) hampir sama dengan pencarian pada hari sebelumnya, termasuk tetap melakukan pencarian melalui udara.
"Karena ini sudah memasuki hari keenam tentunya apabila ada bagian-bagian atau korban yang mungkin terbawa arus tentu mungkin sudah cukup jauh," ujarnya.
Berdasarkan data manifest, SJ 182 membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru.
Dari jumlah tersebut terdapat 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan bayi, sedangkan 12 kru terdiri dari enam kru aktif dan enam kru tambahan.
"Kami juga masih punya alut (alat utama) laut yang mempunyai kemampuan sonar bawah air, deteksi bawah air, yang mudah-mudahan kami akan memaksimalkan, khususnya di dalam pencarian bagian daripada kotak hitam CVR yang mudah-mudahan kita berdoa bersama itu bisa ditemukan, selain dari korban sendiri," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman dalam jumpa pers di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis.
Rasman menuturkan peralatan yang digunakan dalam upaya pencarian pada Kamis (14/1) adalah 54 kapal dari seluruh instansi satuan TNI dan Kepolisian RI yang terlibat dan 13 pesawat.
Selain itu juga ada sekitar 18 alat utama laut skala kecil yang digunakan, di antaranya sea rider, jetski dan perahu karet.
Selain mencari CVR, pencarian korban dan bagian atau serpihan pesawat Sriwijaya SJ 182 juga tetap menjadi prioritas.
Upaya pencarian dilakukan pada Kamis (14/1) hampir sama dengan pencarian pada hari sebelumnya, termasuk tetap melakukan pencarian melalui udara.
"Karena ini sudah memasuki hari keenam tentunya apabila ada bagian-bagian atau korban yang mungkin terbawa arus tentu mungkin sudah cukup jauh," ujarnya.
Berdasarkan data manifest, SJ 182 membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru.
Dari jumlah tersebut terdapat 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan bayi, sedangkan 12 kru terdiri dari enam kru aktif dan enam kru tambahan.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas pastikan kode SOS di Pulau Laki tidak terkait Sriwijaya Air
20 January 2021 20:07 WIB, 2021
Presiden Jokowi : Keselamatan penumpang jasa transportasi adalah hal utama
20 January 2021 16:37 WIB, 2021
Pencarian Sabtu (16/1) KRI Kurau evakuasi satu kantong jenazah SJ 182
16 January 2021 20:55 WIB, 2021
Lapan sebut tidak ada cuaca ekstrem saat jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182
12 January 2021 11:40 WIB, 2021