Pengusaha muda perempuan inspiratif di industri pelayaran Batam

id Pengusaha Perempuan Lisa Yulia

Pengusaha muda perempuan inspiratif di industri pelayaran Batam

Lisa Yulia President Director PT Pelayaran Kencana Global dan pengurus HIPMI Kota Batam (Dok Pribadi LY)

Batam (ANTARA) - Perempuan dan pengusaha muda di bidang kemaritiman kini melekat kepada salah satu sosok anak muda dari Bandar Madani, Kota Industri Batam, Kepulauan Riau, dia adalah Lisa Yulia,  President Director PT Pelayaran Kencana Global yang berhasil mengembangkan sayap di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Berdiri sejak Maret 2020 yang lalu, perusahaan agen pelayaran di Kota Batam ini sudah mampu memperkerjakan ratusan orang, termasuk crew kapal dan karyawan dari berbagai keahlian di bidang pelayaran, pelabuhan dan administrasi.

"Saya pernah gagal, namun itu tidak menjadikan saya mundur. Saya yakin dengan pengalaman saya di bidang keagenan kapal dan kepelabuhanan selama 12 tahun akan menjadi modal saya untuk meraih kesuksesan," ujar Lisa Yulia, kepada Antara, Sabtu.

Keberhasilan tersebut berkarir di dunia kemaritiman sudah pernah diraihnya di bumi Bandar Madani, ketika dirinya menjabat sebagai  Chief Exceutive Officer (CEO) di PT Batam Samudra (Bias Mandiri Group) pada saat itu usianya belum genap tiga puluh tahun, yaitu baru 27 tahun.

Sebelum memiliki perusahaan sendiri dan menjadi CEO di perusahaan besar, dirinya memulai karir sebagai staf biasa dibagian penagihan. Bertahun-tahun menggeluti bidang agency perkapalan, membuat dirinya sangat fasih menekuni bisnis tersebut. Meskipun begitu, pengakuannya tidak semudah membalikkan telapak tangan jatuh bangun untuk mendirikan perusahaan sudah pernah dijalaninya.

"Saya ingin memiliki financial freedom dan yang pasti ingin menciptakan lapangan kerja agar dapat berguna bagi orang banyak, serta memiliki andil dalam membangkitkan perekonomian kota Batam," ujarnya.

Bangkit ditengah Pandemi
 
Lisa Yulia pengusa perempuan muda di Kota Industri Batam (Dok Pribadi LY)

Pada awal tahun 2020 yang atau sekitar bulan Februari 2020 menjadi puncak masuknya Pandemi COVID-19 di Indonesia, dan Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah yang paling terpuruk ekonominya kala itu, karena berbatasan langsung dengan negara-negara Asia bagian tenggara yaitu Malaysia dan Singapura.

Kedua negara penyumbang devisa terbesar bagi Kepulauan Riau tersebut, melakukan lock down atau menutup pintu masuk dan keluar dari negaranya, hal ini tentu saja mematikan sebagian besar bisnis pariwisata dan bisnis lainnya, termasuk industri perkapalan yang menjadi salah satu moda transportasi yang menjadi transportasi unggulan untuk datang dan pergi ke Malaysia.

Ditengah keterpurukan tersebut, Lisa Yulia malah bangkit dengan segala inovasinya dan memberanikan diri untuk terjun langsung mendirikan perusahaan pelayaran di Kota Batam. Dengan berbekal keahlian, komitmen dan mengutamakan pelayanan yang tinggi, perempuan Minang ini berhasil menjadi salah satu pengusaha muda ternama di Kota Industri.

Perusahaannya lahir di tengah pandemi COVID-19 yaitu pada bulan Maret 2020. Meski begitu diakhir tahun 2021 perusahaan ini malah mendapatkan profit yang cukup besar, dengan melakukan beberapa inovasi dengan perusahaan pelayaran lainnya, untuk bekerjasama.

"Di akhir tahun lalu justru makin banyak klien," ujarnya.

Meski berhasil mendapatkan profit yang cukup baik, diakhir tahun 2020 yang lalu, hal itu tidak membuat dirinya berpuas diri. Lisa Yulia mengaku masih sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pengusaha muda lainnya, sehingga dirinya memutuskan untuk bergabung di HIPMI sebuah perhimpunan pengusaha muda Indonesia.

"Ketika kita mengalami keterpurukan itu, jadikan itu sebagai pembelajaran agar kita menjadi lebih baik lagi," sebutnya.

Aktif di organisasi pengusaha
Lisa Yulia Wakil Ketua III Bidang Perdagangan, perindustrian dan ESDM, BPD HIPMI Kepulauan Riau. (Dok Pribadi LY)


Kiprahnya sebagai pengusaha tidak membuat perempuan muda ini merasa puas sebagai pengusaha, yang hanya duduk manis di kantor dan mengatur perusahaan dari belakang meja. 

Lisa Yulia yang juga akrab disapa Ica ini, juga aktif di beberapa organisasi pengusaha salah satunya menjadi salah satu pengurus Himpunan pengusaha muda Indonesia, salah satu organisasi yang cukup bergengsi di Indonesia karena pernah dinahkodai pengusaha-pengusaha muda di Indonesia salah satu diantaranya adalah Menteri Parekraf Sandiaga Salahudin Uno dan Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia.

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia untuk menahkodai HIPMI Kepri, Lisa Yulia menjawab dingin pertanyaan tersebut.

"Saya tentunya sangat ingin berbagi pengalaman sukses dan terbuka untuk berkolaborasi dengan pengusaha muda lainnya untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya," ungkapnya.

Selain itu dirinya juga sangat ingin mencetak pengusaha muda yang ada di Batam dan Kepulauan Riau, serta berkomitmen untuk mampu memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kepulaun Riau.

Keinginannya untuk berkiprah di Organisasi HIPMI bukannya tanpa dasar, Lisa Yulia sebelumnya juga pernah sukses menahkodai Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Kepulauan Riau, dengan menduduki jabatan sebagai ketua.

Organisasi yang didirikan pada tahun 2015 tersebut, menghimpun, membina, dan mengembangkan usaha para anggotanya dan melindungi kepentingan para anggota dalam kegiatan jasa kepelabuhan.

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ketidakmungkinan hanyalah wujud dari seseorang yang tidak percaya diri," ujarnya penuh semangat.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar