Logo Header Antaranews Kepri

Kadinkes akui sosialisasi vaksinasi di pesisir Bintan belum berhasil

Sabtu, 21 Agustus 2021 06:43 WIB
Image Print
Petugas mengebumikan jasad pasien COVID-19 di Kawal, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Nikolas Panama)

Bintan (ANTARA) -
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Gama AF Isnaeni menyatakan sosialisasi vaksinasi kepada warga pesisir untuk mencegah penularan COVID-19, belum berhasil.

"Banyak persepsi yang salah, pemahaman yang tidak benar terkait vaksinasi sehingga orang yang memiliki penyakit dan berusia tua disembunyikan saat pelaksanaan vaksinasi," kata Gama, di Bintan, Kamis.

Ia menjelaskan orang yang menderita darah tinggi atau penyakit tidak menular namun berbahaya lainnya, perlu mendapat prioritas utama untuk disuntik vaksin. Mereka kelompok yang memiliki risiko yang tinggi saat tertular COVID-19 sehingga harus diutamakan untuk divaksin.

Namun pemahaman yang salah menyebabkan warga yang memiliki penyakit seperti itu disembunyikan oleh keluarganya. Mereka khawatir vaksin dapat menyebabkan kondisi kesehatannya memburuk.

Selain persepsi yang salah terhadap persoalan itu, Gama juga menemukan sejumlah warga pesisir di Bintan yang menyembunyikan orang lansia. Mereka juga memiliki pemikiran bahwa para lansia berisiko setelah disuntik vaksin.

Padahal lansia merupakan kelompok yang rentan tertular COVID-19, dan berisiko tinggi terhadap kematian sehingga pemerintah pusat memerintahkan agar kelompok lansia diprioritaskan untuk divaksin, selain petugas nakes dan petugas pelayanan publik.

"Kendala lainnya yang dihadapi Bintan stok vaksin yang tidak selalu tersedia," ujarnya.

Ia mengemukakan jumlah pasien COVID-19 di Bintan relatif menurun, sama seperti daerah lainnya di Kepri. Ia berharap penurunan jumlah pasien COVID-19, tidak semu.

"Penurunan jumlah pasien dapat semu bila orang-orang yang kontak dengan pasien COVID-19, tidak ingin dites antigen. Mereka malah tetap beraktivitas sehingga potensial menularkan virus itu kepada orang seandainya mereka tertular," tuturnya.

Meski jumlah pasien COVID-19 di Bintan menurun, Gama mengatakan, angka kematian masih tinggi. "Jumlah pasien COVID-19 drastis menurun, tetapi angka kematian masih cukup tinggi," katanya.

Kasus aktif COVID-19 di Bintan tinggal 168 orang, sementara total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi sampai sekarang juga mencapai 168 orang.




Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026