
Gubernur Kepri berharap budaya berpantun jadi konsumsi keseharian warga

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad berharap, budaya pantun dapat menjadi konsumsi keseharian warga setempat, tidak hanya pada acara-acara formal namun juga nonformal.
"Mari kita terus mendukung dan melestarikan adat dan budaya negeri Melayu ini. Bak kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti, tak kan hilang Melayu di Bumi," kata dia saat menghadiri secara virtual kegiatan peluncuran buku bertajuk "ICMI Berpantun" yang digelar ICMI Orda Tanjungpinang di Aula SMA Negeri 4 Tanjungpinang di Tanjungpinang, Kamis.
Ansar mengatakan karya yang diluncurkan ICMI akan menambah referensi bacaan ilmu pengetahuan bagi masyarakat setempat, khususnya bagi generasi muda, demi pelestarian budaya Melayu di Kepri.
Menurut dia, masyarakat harus menyadari pentingnya arti dan makna pantun, bahwa selain memiliki spektrum yang lengkap, berisikan pesan-pesan sosial di tengah masyarakat.
"Oleh karena itu, budaya pantun ini tidak boleh hilang di Bumi Melayu yang kita cintai," ujar Gubernur Ansar.
Ia menyampaikan tradisi pantun memang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada sesi ke-15 di kantor pusat di Paris, Prancis.
Selain itu, nomine pantun yang diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia yang kesebelas yang diakui oleh UNESCO pada 17 Desember 2020.
"Bagi Indonesia sendiri tentunya ini harus jadi komitmen bersama bahwa setelah ditetapkan oleh UNESCO, bahwasanya pantun merupakan warisan tak benda bagi Indonesia ini. Maka, kita semua harus mentransformasikan itu ke seluruh masyarakat bahkan di seluruh nusantara," ungkapnya.
Gubernur Ansar mengapresiasi kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Tanjungpinang yang tetap konsisten menghasilkan karya-karya terbaiknya.
"Kami juga mendorong teman-teman budayawan lain, mari terus kita lahirkan karya-karya baru, semoga karya ini menjadi amal ibadah bagi kita dalam menabur kebaikan," demikain Ansar.
Pewarta : Ogen
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
