Catatan SEA Games - Melihat perempuan Hanoi beroda dua

id Vietnam,sea games,hanoi,sea games vietnam,motor hanoi, naik motor vietnam

Catatan SEA Games - Melihat perempuan Hanoi beroda dua

Perempuan Hanoi, Vietnam sedang memacu roda dua di jalan protokol setempat, Rabu (18/5/22). (ANTARA/Dolly Rosana)

Hanoi, Vietnam (ANTARA) - Kendaraan roda dua sepertinya menjadi alat transportasi yang diminati warga Hanoi, Vietnam. Motor beroda dua ini berseliweran hampir di seluruh jalanan Hanoi, bukan hanya di jalan protokol dan lorong sempit tapi hingga jalan tol.

Ada satu pemandangan unik yang cukup menggelitik jika dibandingkan Indonesia, khususnya ketika melihat perempuan-perempuannya berkendara.

Jangan ditanya soal kelihaian dalam memacu roda dua. Mereka juga bisa ngebut, melawan arus dan mengangkut barang.

Selama ANTARA berada di Hanoi sejak 11 Mei 2022 untuk meliput SEA Games Vietnam 2021, bisa dikatakan tak pernah mendapati “emak-emak” yang berkendara di lajur tengah dalam tempo lambat, seperti yang sering dikeluhkan di Indonesia.

Ada satu lagi yang unik, perempuan Hanoi ini masih tetap fashionable dalam berdandan ketika berkendara.

Tak jarang ANTARA mendapati pengendara perempuan yang menggunakan pakaian terusan dan sepatu hak tinggi (heels).

Selain itu, mereka juga kerap dijumpai menggunakan pakaian berbahan kaos seperti jas hujan sebagai jaket.

Pakaian itu cukup menarik karena berlengan panjang sehingga tak perlu menggunakan sarung tangan, ada penutup kepala dan resliting bajunya sampai ke bagian hidung.

Bisa dikatakan ini benar-benar praktis, tak perlu lagi menggunakan sarung tangan dan masker.

Saat ANTARA berkunjung ke pasar tradisional Xung Xuân di Hoàn Kim, Hanoi, Vietnam, harga jaket 180.000 dong atau Rp108.000, sedangkan untuk jaket terusan hingga ke lutut seharga 220.000 dong atau Rp132.000.

Bukan hanya jaket, ada juga yang menarik saat mereka berkendara yakni pada penggunaan helm yang bentuknya seperti topi.

Khusus bagi perempuan, pada bagian belakang helmnya bisa untuk mengeluarkan rambut apabila dikuncir.

Dari model, warna dan gambar maka barang ini benar-benar tidak ada dan tidak familier di Indonesia. Karena toh negara kita sudah menerapkan aturan helm SNI yang menutup kepala hingga bagian tengkuk.
 
Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE