Logo Header Antaranews Kepri

BNPT: KTN WARUNG strategi multipihak penanggulangan terorisme

Selasa, 28 Juni 2022 14:57 WIB
Image Print
Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar. ANTARA/HO-Humas BNPT
KTN ini akan dikelola oleh mitra deradikalisasi dan masyarakat

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris (BNPT) Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa pendirian Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) dan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (KTN WARUNG) NKRI merupakan implementasi strategi pentahelix (multipihak) penanggulangan terorisme.

Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan, KTN WARUNG merupakan program deradikalisasi yang dikembangkan BNPT di tengah masyarakat. Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pigak seperti kalangan akademisi, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

"KTN ini akan dikelola oleh mitra deradikalisasi dan masyarakat," kata Boy seusai meresmikan KTN dan WARUNG NKRI di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di NTB, KTN berpusat di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), namun pelaksanaan KTN dilakukan oleh mitra deradikalisasi dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan antara lain bidang perikanan, peternakan, pertanian, dan pariwisata.

Pada kesempatan itu, Boy menyerahkan secara simbolis benih ikan nila dan bibit tanaman hortikultura kepada Kepala Desa Batu Bulan, Kepala Desa Maman, Kepala Desa Pernek, Kepala Desa Leseng, serta perwakilan Koperasi Mitra Harmoni Abadi.

"Bendungan ini akan menjadi bagian dari program KTN bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan pemerintah setempat," kata Boy.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengapresiasi, dan yakin langkah BNPT dalam mencegah terorisme dengan mendirikan KTN dan WARUNG NKRI membawa dampak positif khususnya bagi provinsi setempat dan Indonesia pada umumnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala BNPT: KTN strategi "pentahelix" penanggulangan terorisme



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026