Logo Header Antaranews Kepri

Kemenag Kepri mengimbau masyarakat terima perbedaan awal Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 05:06 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kemenag Kepri) Zoztafia. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Zoztafia mengimbau masyarakat menerima perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di Tanah Air.

"Kita sudah terbiasa dengan perbedaan itu, mungkin sebagian saudara-saudara Muslim mulai melaksanakan puasa pada besok (Rabu), dan sebagian lainnya lusa (Kamis)," kata Zoztafia usai pemantauan hilal awal Ramadhan 1447 Hijriah di Pantai Setumu, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa.

Ia menyebut perbedaan itu jangan sampai memicu perpecahan antar-sesama Muslim, apalagi di Kepri dikenal sangat kondusif baik dari segi agama, sosial, hingga politik.

Baca juga: Gubernur Kepri: Imlek Tahun Kuda Api jadi momentum membangun daerah

Oleh karena itu Zoztafia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi Kepri tetap kondusif dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Mari sama-sama kita jaga agar Kepri tetap rukun dan damai," ujarnya.

Ia menambahkan hilal di langit Kota Tanjungpinang tidak terlihat berdasarkan hasil pengamatan BMKG, akibat kondisi curah hujan dan diselimuti awan tebal.

Baca juga: Psikiater beri tips jaga kesehatan mental selama Ramadhan

Pengamatan hilal Ramadhan 2026, kata dia, melibatkan BMKG, tokoh agama, hingga organisasi keagamaan Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, pada Selasa sore.

Ia melanjutkan ada dua titik pengamatan hilal Ramadhan 2026 di Kepri, yakni Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

"Berdasarkan pengumuman resmi Kemenag RI, awal Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," kata Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia.

Baca juga: Polres Natuna ungkap dugaan korupsi program rehabilitasi mangrove dari anggaran BRGM



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026