
Pemkot Batam tingkatkan "tracing" cegah lonjakan kasus COVID-19

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau meningkatkan pelacakan di daerah setempat sebagai upaya mencegah lonjakan kasus COVID-19.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam, Selasa, mengatakan tim kesehatan diminta untuk melakukan pelacakan yang ketat terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
"Kalau kebijakan 'tracing' itu sudah sesuai standar, bahwa satu yang terkonfirmasi maka :tracing' pun juga harus ketat dari pasien yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut, siapa saja yang kontak erat dengan pasien, itu yang di-tracing," ujar dia.
Baca juga:
Pemkot Batam imbau masyarakat segera dapatkan vaksin penguat
Batam incar juara umum MTQ IX Kepri
Bahkan Amsakar menyebutkan untuk pelacakan di Kota Batam sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
"Untuk 'tracing' itu sudah sesuai dengan protap yang selama ini kita lakukan. Bahkan Pak Wali dan saya selalu menyampaikan bila terdapat satu orang positif maka yang di-'tracing' harus ketat dan lebih banyak lagi," kata Amsakar.
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Batam, Ika Fairuza menjelaskan pelacakan dilakukan kepada 15 orang kontak erat per kasus konfirmasi positif COVID-19.
Baca juga:
BP Batam siap menerapkan aturan terbaru perjalanan dalam negeri
29 haji Embarkasi Batam dirawat di KKHI
"'Tracing' kita tingkatkan minimal 15 orang kontak erat per kasus konfirmasi. Kita periksa antigen, kita pantau kondisinya, 'follow up' setiap hari untuk kontak erat ini," katanya.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam, Selasa (12/7) pelacakan dinilai memadai dengan rasio kontak erat yang diperiksa 15,64 per kasus konfirmasi per pekan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Batam tingkatkan pelacakan cegah lonjakan kasus COVID-19
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
