
231 ekor sapi di Bintan divaksin PMK

Bintan (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan sebanyak 231 ekor hewan ternak sapi di daerah itu sudah divaksin PMK.
"Capaiannya sebesar 80,20 persen dari target sebanyak 288 ekor sapi," kata Iwan Berri Prima selaku Pejabat Otoritas Veteriner yang tergabung di dalam Satgas PMK Kabupaten Bintan, Rabu.
Ia merinci, dari 233 ternak sapi yang disuntikkan vaksin, 40 ekor di antaranya di Kecamatan Bintan Timur, 34 ekor di Kecamatan Gunung Kijang, delapan ekor di Kecamatan Teluk Bintan, tujuh ekor di Kecamatan Teluk Sebong, 33 ekor di Kecamatan Bintan Utara, 19 ekor di Kecamatan Seri Kuala Lobam, dan 90 ekor di Kecamatan Toapaya 90 Dosis.
Baca juga:
Bintan dan Karimun butuh pelabuhan perikanan
Warga Singapura tertular, KKP antisipasi virus cacar monyet masuk ke Pulau Bintan
Sedangkan untuk Kecamatan Mantang, Kecamatan Bintan Pesisir dan Kecamatan Tambelan atau kecamatan di luar Pulau Bintan belum dilaksanakan kegiatan vaksinasi, sebab tiga wilayah kepulauan ini berdasarkan analisa dampak resiko, masih tergolong rendah.
"Kita terus mengedukasi para peternak agar tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan cara menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas orang ke kandang dan melaporkan kepada Satgas PMK jika melalulintaskan hewan rentan PMK antarpulau dalam Kabupaten Bintan," ungkapnya.
Ia menyampaikan sebagai daerah yang berbatasan dengan Kota Batam yang pernah terjangkit kasus PMK pada hewan ternak, Kabupaten Bintan telah melakukan beragam upaya pencegahan.
Baca juga:
Harga BBM nonsubsidi naik, ini harga khusus Kepri
Kepri sediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi kurang mampu
Selain memperketat lalu lintas hewan rentan PMK dan produk turunannya, kata dia, satgas juga melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak.
"Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan kekebalan tubuh hewan agar tidak terserang wabah PMK," ujar dia.
"Sejauh ini kita berhasil mempertahankan Kabupaten Bintan sebagai daerah 'zero' kasus atau bebas PMK," katanya lagi.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
