
Riwayat kesehatan Ratu Elizabeth II jelang wafat

Jakarta (ANTARA) - Ratu Elizabeth II tetap bekerja meskipun mengalami masalah kesehatan. Bahkan dia bersemangat menyapa Perdana Menteri Inggris Liz Truss pada Selasa (6/9). Seperti disiarkan Independent, Jumat, kondisi Sang Ratu melemah setelah mengalami batuk parah dan infeksi dada. Dia juga mengalami sakit punggung, dan telah menjalani operasi untuk tulang rawan yang robek di lututnya.
Pada Oktober tahun lalu, dia diam-diam dirawat di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan awal.
Pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19, Ratu dan Duke of Edinburgh mengisolasi diri di Kastil Windsor. Pada tahun yang sama, Ratu terlepas dari masalah lututnya dan bisa mengendarai kuda poni.
Setelah program musim gugur yang sibuk, dia diminta oleh dokternya untuk beristirahat dan disarankan untuk membatalkan perjalanan ke Irlandia Utara.
Hari berikutnya dia kembali bekerja untuk melakukan tugas-tugas ringan.
Namun, segera setelah itu, dia menarik diri dari lebih banyak keterlibatan di berbagai acara penting, termasuk KTT perubahan iklim Cop26.
Tahun ini, serangkaian gelaran acara menjadi kegiatan menantang bagi siapapun di usia 90-an. Pada Februari lalu, dia bertemu dengan pekerja amal di Sandringham House, yang merupakan keterlibatan publik terbesarnya sejak Oktober.
Tetapi seiring kemajuan teknologi, maka berbagai tugas dapat dialihkan ke panggilan video.
Ratu pernah mendapatkan hasil tes positif COVID-19 pada Februari lalu. Dia yang telah mendapatkan vaksin tiga kali, mengalami gejala seperti pilek ringan tetapi virus itu membuatnya sangat lelah.
Tetapi dia berkumpul untuk menghormati Duke of Edinburgh melalui sebuah upacara pada akhir Maret. Saat itu, dia berjalan perlahan dan hati-hati dengan bantuan tongkat, dan berpegangan pada siku Duke of York.
Pada Mei lalu, dia melewatkan Pembukaan Parlemen Negara untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun, karena kembali mengalami masalah mobilitas episodik.
Dia membuat penampilan kejutan untuk secara resmi membuka jalur Elizabeth di Paddington Station, London. Saat itu Ratu tampak ceria, meskipun kehadirannya dibatasi hanya 10 menit.
Pada hari pertama perayaan jubilee 2 Juni lalu, dia menyenangkan orang banyak dengan penampilannya dari balkon Istana Buckingham dan kemudian di Windsor Castle. Tetapi hari berikutnya dia menarik diri setelah mengalami ketidaknyamanan selama perayaan hari sebelumnya.
Setelahnya, Ratu sempat menghadiri Chelsea Flower Show. Saat itu, dia dibawa berkeliling menggunakan kereta golf berteknologi tinggi.
Pada Rabu (7/9), Sang Ratu menarik diri dari Dewan Penasihat virtual atas saran dokter kerajaan. Istana Buckingham mengumumkan dalam sebuah pernyataan sehari setelahnya, bahwa dokter prihatin dengan kesehatan Ratu. Mereka mencatat Ratu tetap nyaman di Balmoral.
Sementara itu, para selebritas menyatakan duka cita mereka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9) malam di Istana Balmoral, Skotlandia dalam usia 96 tahun.
Elton John, yang dianugerahi gelar bangsawan oleh Yang Mulia pada tahun 1998, menuliskan dalam sebuah pernyataan di Instagram dirinya bersama dengan seluruh Inggris sangat sedih mendengar tentang meninggalnya Ratu.
“Kehadirannya menginspirasi sekitar, dan memimpin negara melalui beberapa momen terbesar, tergelap dengan keanggunan, kehangatan kepedulian yang tulus,” kata dia.
John mencatat Ratu Elizabeth II telah menjadi bagian besar dalam hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga hari ini. Dia mengaku akan sangat merindukannya.
Selebritas Ozzy Osbourne juga menyampaikan belasungkawa melalui laman media sosialnya. Dia menuliskan, "Saya berduka atas meninggalnya Ratu kami. Dengan berat hati saya katakan ini sangat berdampak pada Inggris tanpa Ratu Elizabeth II”
Aktor Helen Mirren yang memenangkan Oscar karena memerankan Ratu Elizabeth dalam film "The Queen" tahun 2006, memberikan penghormatan dalam sebuah unggahan di Instagram.
“Saya bangga menjadi seorang Elizabethan. Kami berduka untuk seorang wanita, yang, dengan atau tanpa mahkota, adalah lambang bangsawan," tulis dia.
Melalui unggahan di Instagram, selebritas Victoria Beckham menyebut hari sangat menyedihkan bagi semua orang yang mencintai sosok yang telah lama berkuasa itu.
“Hari ini sangat menyedihkan tidak hanya untuk negara kita tetapi juga untuk seluruh dunia. Saya sangat sedih dengan meninggalnya Raja kita tercinta, Yang Mulia Ratu," tulis mantan personel grup Spice Girl itu.
Di Amerika Serikat, aktor Jennifer Garner mengunggah foto Ratu Elizabeth muda dan menuliskannya di Instagram, “Wanita yang elegan dan luar biasa. ”
Whoopi Goldberg juga mengungkapkan isi hatinya melalui Twitter dengan menulis, “Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu Ratu Elizebeth di The Royal Variety Performance 2009. Saat dia mendekati saya, yang bisa saya pikirkan hanyalah WTH?? Saya seorang anak Amerika dan saya bersama Ratu Inggris. Saya kagum. Beristirahat dalam damai".
Maria Shriver memberikan penghormatan kepada Yang Mulia dengan mengunggah slideshow foto sang Ratu dari masa pemerintahannya.
Ratu Elizabeth II, pemimpin yang paling lama memerintah dalam sejarah Inggris meninggal pada usia 96 tahun dengan damai di Balmoral, kata pihak Istana Buckingham.
Pada Kamis pagi, pihak keluarga kerajaan mengumumkan para dokter khawatir tentang kesehatan Ratu dan menempatkannya di bawah pengawasan medis.
Pangeran Harry, Pangeran William, Pangeran Andrew, dan lainnya bertolak menuju Balmoral di Skotlandia untuk berada di samping Ratu.
Setelah wafatnya Ratu, maka putra sulung Ratu, Charles menjadi Raja Inggris Raya dan Persemakmuran Inggris, dan istrinya Camilla Parker Bowles mendapat gelar Queen Consort.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Riwayat kesehatan Ratu Elizabeth II hingga menjelang wafat
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
