Logo Header Antaranews Kepri

Dokter FKUI : Penyakit kelainan darah belum ada obatnya

Sabtu, 17 September 2022 10:17 WIB
Image Print
Kegiatan Pengmas UI memebrikan edukasi kepada warag labuan Bajo NTT (ANTARA/Foto: Humas UI)
Untuk memeriksa Thalassemia dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, tes genetik, dan elektroforesis hemoglobin

Depok (ANTARA) - Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Donny Naupar, B.Sc., M.Si.Med, menyatakan penyakit kelainan darah, Thalassemia yang dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya hingga saat ini belum ada obatnya.

"Untuk memeriksa Thalassemia dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, tes genetik, dan elektroforesis hemoglobin," kata Donny Naupar dalam keterangannya, Sabtu.

Thalassemia merupakan penyakit gangguan pembentukan bahan pengangkut oksigen (hemoglobin) yang ada di dalam sel darah merah, sehingga sel darah merah mudah pecah.

Untuk itu FKUI melakukan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan konsultasi warga Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur untuk menekan angka penyakit kelainan darah atau Thalassemia.

Dosen dan mahasiswa S3 Ilmu Biomedik FKUI dr. Rahimi Syaidah, Ph.D. mengatakan darah merupakan cairan berwarna merah dan kental yang terdapat di dalam tubuh yang mengandung plasma dan sel.

Dokter FKUI Dr. dr. Ani Retno Prijanti, M.Biomed menjelaskan tentang penyakit-penyakit kelainan pada darah seperti Anemia dan Thalassemia.

Beberapa gejala anemia adalah cepat lelah, lesu, pucat kekuningan, denyut jantung cepat dan nafas pendek, pusing, Hb < 13.5 g/dl untuk laki – laki dan hb < 11,5 g/dl untuk wanita.

Untuk mencegah anemia beberapa hal yang bisa dilakukan ialah mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C, tidak minum teh atau kopi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter FKUI : Penyakit Thalassemia belum ada obatnya



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026