Logo Header Antaranews Kepri

KSAL Tujuh Negara Bahas Selat Malaka

Jumat, 16 Juli 2010 21:34 WIB
Image Print
KRI Makassar. (Foto kepri.antaranews/Jo)

Batam (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Laut tujuh negara direncanakan akan membahas patroli laut Selat Malaka di Batam, Senin (19/7).

"Para KSAL dari tujuh negara akan me-review' patroli laut Selat Malaka," kata Staf Dispenal Mabes Angkatan Laut Letnan Abri, Jumat.

Ia mengatakan tujuh KSAL yang akan hadir dalam acara tersebut berasal seluruh negara yang terletak di sekitar Selat Malaka, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam dan Filipina.

Selat Malaka dibatasi Pulau Rondo hingga Pukhet di sebelah utara dan di sebelah selatan dibatasi oleh Pulau Karimun hingga Tanjung Piai, dengan panjang seluruhnya mencapai sekitar 500 mil atau 926 kilometer.

Sebelumnya, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio mengatakan, selat Malaka menyimpan potensi ancaman dan gangguan keamanan yang sangat kompleks.

"Selat Malaka merupakan perairan yang sangat strategis, namun juga menyimpan potensi ancaman dan gangguan keamanan yang sangat kompleks," kata Marsetio.

Pangarmabar mengatakan, ancaman dan gangguan keamanan di laut tersebut berupa perompakan, penyelundupan, penangkapan ikan secara ilegal, serta pelanggaran wilayah.

Dengan perkembangan teknologi, menurut dia, TNI AL selalu bersiaga dan mengumpulkan informasi-informasi intelijen yang mengarah kepada gangguan keamanan.

"Kekuatan akan bergerak dengan adanya informasi intelijen untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan gangguan keamanan yang akan terjadi," kata dia.

Pangarmabar juga berharap dengan kebersamaan bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan yang akan terjadi di wilayah Indonesia maupun wilayah barat Indonesia. (Z003/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026