
Puluhan kerbau di Kampar Riau mati karena penyakit ngorok

Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan kerbau milik peternak di Kecamatan Kampa dan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ditemukan mati. Hewan ternak itu diduga terkena penyakit Septicaemia Epizootia atau penyakit ngorok.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Herman melalui Kabid Kesehatan Hewan Faralinda mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari dinas peternakan Kabupaten Kampar terkait jumlah kerbau yang mati.
Ia menjelaskan, jika melihat gejala pada kerbau-kerbau yang mati tersebut, maka hewan ternak tersebut diduga terkena penyakit ngorok akibat perpindahan ternak yang sakit pada kedua kecamatan tersebut.
"Penyebaran penyakit ini diduga karena ada perpindahan sapi yang sakit dari XIII Koto Kampar ke beberapa lokasi. Karena saat itu ada kegiatan jual beli ternak oleh belantik yang membeli ternak dengan harga murah dari peternak. Mungkin itu yang dibawa pada beberapa lokasi lain," kata dia.
Karena itu, pihaknya mengimbau peternak lebih memperhatikan ternaknya. Jika ada yang sakit, maka hendaknya di kurung dalam kandang yang terpisah agar tidak menularkan kepada hewan ternak lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Puluhan kerbau di Kampar mati akibat terkena penyakit ngorok
Pewarta : Frislidia
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
