Logo Header Antaranews Kepri

Bima Sakti minta pemain U-17 tanggapi kritikan netizen dengan positif

Senin, 10 Oktober 2022 07:48 WIB
Image Print
Ekspresi dari Pesepak bola Tim Nasional U-17 Indonesia Arkhan Kaka Putra (tengah) usai kalah melawan Tim Nasional U-17 Malaysia dalam laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/10/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Pelatih tim nasional U-17 Indonesia Bima Sakti meminta skuadnya menanggapi kritikan netizen dengan positif. Ia menganggap wajar kritik melalui media sosial setelah timnya kalah 1-5 dari Malaysia pada laga terakhir Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Ahad (9/10) malam.


"Saya pikir itu wajar. Kami meminta kepada pemain untuk menanggapi semuanya dengan positif," kata Bima usai pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Menurut juru taktik berusia 46 tahun tersebut, ketidakpuasan masyarakat atas performa timnas U-17 tidak lepas dari adanya rindu akan prestasi tinggi sepak bola Indonesia.

Oleh sebab itu, Bima Sakti berharap anak-anak asuhnya tetap tegar menghadapi kekecewaan masyarakat. Apalagi, kekalahan dari Malaysia membuat Indonesia tidak dapat melaju ke Piala Asia U-17 2023.

"Saya berharap para pemain tidak terpengaruh," kata dia.

Akun PSSI di beberapa media sosial seperti Twitter dan Instagram diserbu warganet begitu Indonesia takluk 1-5 dari Malaysia, hasil yang membuat skuad "Garuda Asia" tak dapat melaju ke Piala Asia U-17 2023.

Beragam kritik dilontarkan baik untuk timnas U-17, PSSI maupun kondisi lapangan Stadion Pakansari.

Meski demikian, banyak pula yang memberikan dukungan kepada Arkhan Kaka dan kawan-kawan. Mereka menganggap kekalahan adalah bagian dari sebuah kompetisi.

Pemain timnas U-17 dinilai sebagai pesepak bola remaja yang membutuhkan jam terbang untuk mengasah kemampuannya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bima Sakti anggap wajar kritik untuk timnas U-17 Indonesia



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026