Logo Header Antaranews Kepri

Menteri Kesehatan sebut jumlah kasus gagal ginjal akut menurun drastis

Rabu, 2 November 2022 13:05 WIB
Image Print
Ilustrasi - Gagal ginjal akut. ANTARA/HO Antaranews

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah kasus gagal ginjal akut menurun drastis sejak Pemerintah menghentikan sementara penggunaan obat sirop untuk anak.

"Sudah terjadi penurunan yang sangat drastis dari yang meninggal tadinya lima sampai delapan per hari, sekarang sudah nol, satu per hari. Kasusnya tadi bisa 10 sekarang sudah satu, paling banyak dua," kata dia di Bogor, Rabu.

Ketika ditanya mengenai tindakan hukum pada perusahaan farmasi yang memproduksi obat sirop mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), Budi mengatakan ini menjadi wewenang Badan Pengawas Obat dan Makanan.

"Itu wewenang BPOM kalau obat-obatan," kata Menkes.

Sementara itu, kasus gagal ginjal di Indonesia hingga hari ini tercatat 325 kasus dan sebanyak 178 pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama melalui pesan elektronik mengatakan, diperlukan analisis apakah ada faktor lain di luar obat yang mungkin menjadi penyebab, seperti infeksi, faktor lingkungan, kebiasaan tertentu dan lain.

"Untuk analisa ini maka tentu perlu dilakukan penyelidikan epidemiologi yang amat ketat pada setiap anak itu, termasuk bagaimana keadaan di rumahnya, atau tempat bermain, atau di sekolahnya kalau sudah sekolah dan lainnya," kata dia yang pernah menjabat sebagai Direktur WHO Asia Tenggara itu.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes: Kasus gagal ginjal akut sudah menurun drastis



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026