
Menko PMK Muhadjir Effendy: Penanganan gempa Cianjur dilakukan secara paralel

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa penanganan pascagempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilakukan secara paralel, dimulai dari tahap tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Berdasarkan kesepakatan antarkementerian dan lembaga telah disepakati bahwa untuk penanganan ini dilakukan secara paralel," kata Muhadjir Effendy dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan upaya yang optimal selama tahap tanggap darurat bencana gempa bumi Cianjur.
"Pemerintah juga telah mengalokasikan dana siap pakai biaya tidak terduga dari pemerintah kabupaten sebesar Rp5 miliar, sementara dari pemerintah provinsi sebesar Rp20 miliar. Selain itu, dana yang bersifat elastis yang sesuai kebutuhan juga dialokasikan BNPB," katanya.
Pada saat ini, kata dia, BNPB telah mengalokasikan Rp500 juta untuk konsumsi dan Rp1,5 miliar untuk operasional.
Muhadjir juga menambahkan bahwa pemerintah melalui BNPB dan Kemensos telah menyediakan tenda darurat yang layak dengan keperluan logistik yang lengkap berikut dengan dapur umum di posko-posko pengungsian.
Pemerintah melalui BNPB dan Basarnas, kata dia, juga menyediakan helikopter untuk antisipasi evakuasi dari wilayah yang sulit dijangkau menggunakan jalur darat.
"Jadi Insya Allah semuanya akan bisa tertangani dengan baik," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK sebut penanganan gempa Cianjur dilakukan secara paralel
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
