
PAN: Waspadai Teroris Masuk Bintan

Tanjungpinang (ANTARA News) - Partai Amanat Nasional Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau meminta aparat pemerintah dan warga masyarakat mewaspadai teroris masuk ke daerah tersebut.
Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Bintan Manimpo Simamora, Senin 27 September 2010, di Tanjungpinang, mengatakan, Bintan memiliki banyak pintu masuk, khususnya di kawasan perairan yang terbuka, dan sulit diawasi oleh aparat yang berwenang.
"Kawasan perairan Bintan dapat menjadi pintu masuk teroris maupun aksi kejahatan lainnya," ujar Somamora yang juga Ketua Komisi I DPRD Bintan.
Ia meminta pemerintah, aparat yang berwenang serta masyarakat mewaspadai aktivitas teroris. Pelaku teror dapat menggunakan pelabuhan rakyat yang sering digunakan untuk memberangkatkan dan memulangkan TKI ilegal.
Pintu keluar/masuk TKI yang perlu diwaspadai berada di Tanjung Berakit, Sungai Kecil, Kawal dan Galang Batang. Teroris dapat menyamar sebagai TKI agar lebih leluasa melancarkan aksinya.
Untuk menghambat aktivitas teroris maupun kejahatan lainnya, sebaiknya pemerintah menutup seluruh pelabuhan rakyat yang sulit diawasi oleh polisi, TNI dan masyarakat.
"Upaya antisipasi terhadap permasalahan yang kemungkinan dapat terjadi sebaiknya dilakukan segera oleh pemerintah dan aparat yang berwenang," katanya.
Teroris juga dapat menyamar sebagai nelayan untuk mengelabui aparat yang berwenang dan masyarakat. Penyamaran dilakukan untuk memudahkan aktivitas mereka dan memanfaatkan akses yang biasanya digunakan nelayan.
"Teroris juga dapat menyamar sebagai wisatawan atau lainnya agar dapat bergerak tanpa rintangan," katanya.
Simamora yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia Bintan menyatakan, teroris merupakan musuh negara, yang harus diberantas karena telah mengganggu ketentraman masyarakat.
"Teroris itu terlatih dan harus terus diwaspadai," ungkapnya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
