Logo Header Antaranews Kepri

Tingkat Permintaan Daging Ayam Turun Drastis

Kamis, 30 September 2010 10:06 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan tingkat permintaan terhadap daging ayam, turun drastis.

Pedagang daging ayam di Pasar Baru Tanjungpinang, Paino (42) Kamis 30 September 2010, mengatakan, daging ayam hanya dapat terjual 15-20 kg dalam sehari, padahalmenjelang Idul Fitri tingkat permintaan terhadap daging ayam yangberasal dari peternakan Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan mencapai200 kg sehari.

Kini daging ayam kurang diminati konsumen meski harganya turun setelah kondisi pasar kembali normal setelah dipengaruhi suasana Idul Fitri 1431 H.

Tingkat permintaan terhadap daging ayam menjelang Lebaran meningkat tajam, meski harganya naik dari Rp24.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg.

"Sekarang harga daging ayam kembali normal, namun tingkat permintaan menurun," ungkapnya.

Hal itu dirasakan oleh seluruh pedagang ayam di Tanjungpinang. Para pedagang tidak berani menjual daging ayam dalam jumlah yang besar, karena dikhawatirkan tidak laku terjual.

"Daging ayam tidak bertahan lama. Jika didinginkan terlalu lama, maka rasanya tidak enak karena sudah tidak segar," ujarnya.

Semetara Akuang (50) di Pasar Baru Tanjungpinang, mengatakan, tingkat permintaan selalu mengalami penurunan setelah Idul Fitri, bukan hanya terhadap daging ayam, melainkan juga terhadap barang kebutuhan lainnya.

"Konsumen berhemat setelah mengeluarkan banyak uang pada saat merayakan Idul Fitri," katanya.

Ia mengatakan, pedagang tidak dapat bertahan dengan kondisi sekarang, karena keuntungan yang diperoleh tidak dapat menutupi biaya operasional. Pedagang berharap pesanan daging ayam dalam jumlah yang besar dari keluarga yang akan menggelar pesta pernikahan.(T.KR-NP/B/B008/B008)
(ANT-NP/B008/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026