
Band Kepala Dinas Muncul Dadakan

Menggunakan baju koko khas Melayu dan masih mengenakan tanda pengenal PNS, tiga kepala dinas Kota Batam maju ke panggung Halal Bi Halal Lingkungan Pemkot Batam, Selasa 5 Oktober 2010.
Tanpa ragu-ragu, tiga pejabat Pemkot Batam mengambil alat musik di panggung dan menyanyikan lagu Sayang di Sayang yang berirama Melayu.
Adalah Kepala Badan Pertanahan Batam Buralimar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) Kota Batam Zulhendri dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan UKM (PMPK UKM) Kota Batam Pebrialin yang menjadi bintang siang itu.
Tiga kepala SKPD dibantu beberapa PNS membentuk GB Band, singkatan dari Goverment of Batam.
"Namanya baru resmi tadi pagi," kata Buralimar.
Dalam band dadakan itu, Zul Hendri menjadi pemain drum, Pebrialin pemain bas dan Buralimar menjadi vokalis sekaligus drumer cadangan.
Malu-malu tapi pasti Zul Hendri langsung menggebuk drum. Namun, dentuman yang dimainkan agaknya salah.
"Waduh, maklum, Pak Zul pemain band di IPDN tapi musik yang dia tahu hanya blues," kata pembawa acara.
"Lagu Melayu Pak Zul, jangan blues," kata Buralimar mengingatkan.
Usai membawakan lagu Sayang di Sayang, Pebrialin ingin membawakan lagu yang lebih pop.
"Pak Pebrialin, ST 12 banget," kata Buralimar.
Namun, sebelum memulai lagu, Zul Hendri berdiri dari bangku drumer. Agaknya ia kesulitan membawakan lagu ST 12 berjudul Kehilangan yang ingin dinyanyikan Pebrialin.
"Saya pegang kerincingan saja," kata Zul Hendri.
Buralimar langsung menggantikan posisi Zul Hendri. Sedangkan Pebrialin menjadi vokalis sekaligus pemain bas.
Namun, pergantian posisi membuat pemain band yang lain kerepotan.
"Ini nyanyinya tak seberapa, tapi gayanya banyak," kata pemain gitar yang merupakan PNS bawahan tiga pejabat tadi disambut tawa penonton.
Sementara itu, usai memasang tali gitar dan menyesuaikan tinggi tiang pengeras suara, Pebrialin meminta pengertian Wali Kota.
"Mohon maaf Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, kalau permainan kami hancur, maklum," kata Pebrialin.
Dentaman drum diiringi irama gitar dan bas serta nyanyian suara Pebrialin membahana di ruangan tertutup Politeknik Batam.
"Makkkk, lumayan nih kepala dinas," kata seorang PNS Maya.
Beberapa PNS ikut bernyanyi mengiringi suara bas Pebrialin yang bernyanyi penuh penghayatan.
Akhir nyanyian, tepuk tangan penonton bergemuruh. Penonton pun berteriak, "Lagi... tambuah ciek. .. 'we want more'."
Kehebohan penonton membuat adrenalin tiga kepala dinas itu terpacu untuk memainkan satu buah lagu lagi.
Sayang, ketua panitia Azwan menghentikan niat mereka. Azwan langsung mengambil pengeras suara dan berkata,"Maaf, waktunya terbatas. Acaranya kami lanjutkan," kata pria yang juga Kepala Dinas Kebersihan. (Y011/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
