Logo Header Antaranews Kepri

KPU Karimun Coret Dua Partai Pendukung Doli-Dali

Rabu, 6 Oktober 2010 23:42 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mencoret Partai Merdeka dan Republika Nusantara sebagai pendukung bakal calon bupati dan wakil bupati, Doli Boniara-Muhammad Dali, yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah 5 Januari 2011.

"Kedua partai tersebut dicoret sebagai pendukung Doli-Dali berdasarkan hasi verifikasi kepada pengurus pusat masing-masing partai di Jakarta yang telah pula kami bahas dalam rapat pleno Selasa malam," kata Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KPU Karimun, Darman Munir, di Tanjung Balai Karimun, Rabu 6 Oktober 2010.

Menurut Darman, khusus Partai Merdeka yang semula memiliki kepengurusan ganda, sesuai verifikasi di Jakarta, kepengurusan yang diakui adalah di bawah kepemimpinan Parlindungan Lubis.

"Kepengurusan Parlindungan Lubis mendukung pasangan Syamsuardi-Syuryaminsyah. Artinya, kepengurusan yang mendukung Doli-Dali tidak sah," katanya.

Sedangkan Partai Republika Nusantara (RepublikaN), lanjut dia, mendukung pasangan 'incumbent' Nurdin Basirun-Aunur Rafiq yang ditegaskan langsung oleh pengurus cabang partai tersebut dan diperkuat pengurus pusat.

"Dengan dicoretnya dua partai tersebut, maka prosentase suara partai pendukung Doli-Dali berkurang dari 15,2 persen menjadi 11,7 persen," katanya.

Sedangkan Partai Barisan Nasional, yang juga memiliki kepengurusan dan dukungan ganda, menurut dia, tetap diakui sebagai pendukung Doli-Dali.

"Sedangkan pengurus Barnas yang mendukung Syamsuardi-Syuryaminsyah kami coret, namun persentase suaranya masih cukup, yaitu 17 persen," katanya.

Dia menuturkan, pasangan Doli-Dali diberikan kesempatan melengkapi kekurangan persentase yang minimal 15 persen dalam sepekan ke depan.

"Berkas pencalonan Doli-Dali sudah kami kembalikan hari ini untuk dilengkapi karena syarat minimal perolehan suara parpol adalah 15 persen," katanya. (ANT-028/S023/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026