
Staf Ahli Menkominfo: Universitas Muhammadiyah Kupang cermin pluralisme

Kampus ini akan kami jadikan bahan referensi dalam perbincangan bahwa Indonesia ini luar biasa, Muhammadiyah punya kampus di NTT yang luar biasa
Kupang (ANTARA) - Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Widodo Muktiyo berpendapat bahwa Universitas Muhammadiyah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah mencerminkan nilai pluralisme dengan memiliki hampir 80 persen mahasiswa yang bukan beragama Islam.
"Hampir 80 persen dari 6.000-an mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kupang itu bukan beragama Islam, ini suatu potret unik yang mencerminkan nilai pluralisme yang luar biasa," katanya dalam pernyataan di Kupang, Kamis.
Ia memberikan kuliah umum bagi civitas akademika di Universitas Muhammadiyah, Kota Kupang, sehari yang lalu. Widodo yang juga Ketua Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengatakan Universitas Muhammadiyah Kupang juga memiliki tiga dosen bergelar doktor yang beragama Kristen dan Katolik.
"Kampus ini akan kami jadikan bahan referensi dalam perbincangan bahwa Indonesia ini luar biasa, Muhammadiyah punya kampus di NTT yang luar biasa," katanya didampingi Kepala LKBN ANTARA Biro NTT Bernadus Tokan.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mendorong agar para civitas akademika di Universitas Muhammadiyah Kupang membuat karya buku untuk menceritakan terkait nilai pluralisme di kampus tersebut.
"Ceritakan lah seperti apa keunikan interaksi sebagai center of excellence di tengah kita ingin membangun peradaban," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Staf Ahli: Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang cermin pluralisme
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026
