
Toko Ponsel Tutup Akibat Isu Razia

Batam (ANTARA News) - Sebagian toko telepon selular di pusat penjualan ponsel Lucky Plaza, Rabu, tutup akibat isu razia oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.
"Pemilik toko memilih tutup, karena mendengar akan ada razia lagi hari ini," kata pemilik toko ponsel di Lucky Plaza, A Peng.
Ia mengatakan pemilik toko ponsel lain khawatir barang dagangan disita Direktorat Jendral Balai Monitoring dan Frekuensi Postel Kementerian Komunikasi dan Informasi, seperti yang diisukan.
"Kami dengar mau ada razia besar-besaran, setelah kemarin mengambil beberapa contoh barang di Batam," kata dia.
Menurut dia, para pemilik toko ponsel memilih menutup usahanya karena tidak mengetahui tujuan aparat Dirjend Monitoring dan Frekuensi Pos dan Telekomunikasi merazia ponsel.
"Kami menjual barang legal, makanya tidak tahu dan khawatir kalau ada penyitaan barang," kata dia yang datang untuk melihat keadaan di sekitar tokonya.
Di tempat yang sama, pemilik toko A Siong tetap membuka tokonya. Toko miliknya adalah satu dari beberapa gerai yang masih buka.
"Kalau tidak buka, mau dari mana kami dapat uang," kata dia.
Hingga Rabu sore, razia yang dikhawatirkan pedagang ponsel tidak terjadi.
Namun, kondisi di Lucky Plaza tetap sepi dengan sebagian toko tutup.
Pembeli yang biasa meramaikan pusat penjualan ponsel di Batam itu juga jarang tampak.
Sebelumnya, Dirjen Balai Monitoring dan Frekuansi Postel Kementerian Komunikasi dan Informasi merazia ponsel di Plaza Aviari, Top 100, Avava dan Lucky Plaza, Selasa (23/11).
Dari empat tempat tersebut Kemkominfo mengamankan puluhan ponsel berbagai merk seperti Nokia, Samsung, Balack Bery dan merek lainnya.
Aparat Kemkominfo mengambil ponsel yang tidak memiliki sertifikat dan logo postel Kementerian.(Y011/B012/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
