Logo Header Antaranews Kepri

Rumah Sakit Otorita Simulasikan Kebakaran

Kamis, 2 Desember 2010 17:42 WIB
Image Print
Tangga mobil pemadam dikerahkan dalam simulasi di RSOB. (kepri.antaranews.com/Humas BP Batam)

Batam (ANTARA News) - Rumah Sakit Otorita Batam di Batam Kepulauan Riau, bersama dengan Subdirektorat Penanggulangan Bahaya Kebakaran Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam menyimulasikan penanggulangan bencana kebakaran, Rabu dan Kamis, 1-2 Desember 2010.

Dalam latihan dengan pemeragaan itu sejumlah ruang perawatan lantai 3 dan 4 gedung B Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) seolah-olah terbakar, sehingga mengancam keselamatan jiwa para pasien, maupun anggota keluarga dan para karyawan.

Tidak berapa lama berselang, tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Badan Pengusahaan (BP) Batam tiba bersama empat unit mobil pemadam dan dengan tangkas bergerak.

Dua orang pasien di lantai 3 dan 4 diselamatkan petugas PBK dengan menggunakan mobil tangga dan diturunkan dengan tali, sedangkan di lantai 2, pasien bayi diselamatkan petugas PBK dengan menuruni tali ke luar jendela.

Sejumlah dokter dan paramedis berperan menyelamatkan pasien lain yang masih mampu berjalan atau dengan menggunakan tandu untuk ditangani di area aman dari lokasi kebakaran.

Para korban yang luka segera ditangani di ruang gawat darurat dengan diangkut mobil ambulans.

Tidak berapa lama api pun dapat dipadamkan dan evakuasi seluruh pasien dapat dilakukan.

Tim terlatih

Setelah simulasi, Kepala RSOB BP Batam, dr Sri Rafella Allaida SpRM MARS, mengatakan, bencana kebakaran di rumah sakit memerlukan penanganan khusus sehingga semua karyawan di semua unit kerja harus terlatih.

"Penanganan bahaya kebakaran melibatkan tim dalam koordinasi, sehingga jumlah korban dan kerugian dapat diminimalisasi," katanya.

Dalam simulasi itu, RSOB melibatkan tim rescue dan 80 personel karyawan, terdiri dari dokter, paramedis, karyawan bagian umum, tenaga sekuriti, bahkan tenaga pelayanan kebersihan.

Semua unsur dalam rumah sakit itu dilibatkan karena kebakaran sewaktu-waktu dapat terjadi dan semua personel dan unit kerja harus senantiasa bersikap antisipatif.

Menurut Allaida, latihan dengan pemeragaan penanggulangan kebakaran dan evakuasi pasien juga penting dalam rangka meningkatkan pelayanan RSOB kepada masyarakat.

Ia menambahkan, setidaknya bagi para karyawan RSOB yang kebetulan tinggal berdekatan dengan RSOB dapat diharapkan ikut membantu evakuasi dan menangani pasien bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

RSOB dalam simulasi tersebut berkoordinasi dengan Subdit PBK Direktorat Pengamanan BP Batam yang mengerahkan 25 personel, 1 mobil rescue, dan 3 mobil pemadam.

Kepala Subdit PBK Direktorat Pengamanan, Jarkasi, mengatakan, kegiatan itu selain untuk menambah keterampilan para karyawan RSOB juga untuk meningkatkan kesigapan para petugas PBK BP Batam.

Sehari sebelumnya peserta simulasi diberi teori-teori evakuasi dan penanganan bencana kebakaran.

RSOB maupun Subdit PBK Direktorat Pengamanan BP Batam secara berkala akan melakukan simulasi peningkatan kemampuan dan keterampilan para karyawan dan petugas pemadam. (A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026