
Johor Sedia Bawa Agen Perkenalkan Wisata Batam

Johor, Malaysia (ANTARA News) - Majelis Aksi Pelancongan Johor atau Johor Tourism Action Council, Malaysia, bersedia membawa agen perjalanan dan wartawan untuk lebih mengenal serta mempromosikan destinasi wisata unggulan Kota Batam, Kepulauan Riau.
"Kami akan datang bila ada permintaan dari Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Batam," kata Ahmad Nizam Bin Ahmad, humas Johor Tourism Action Council (JTAC) di Sibu Island Resort (SIR), kepada delegasi Kota Batam peserta tur perkenalan tiga hari yang berakhir pada Minggu (5/12).
Ia mengatakan, Batam bagi orang Malaysia adalah destinasi wisata keluarga, belanja, spa, dan main golf, bahkan banyak yang pulang-pergi sekadar untuk makan nasi padang.
Kedekatan letak geografi, banyak kesamaan sejarah, kebudayaan, dan galur (keturunan) antara Johor dan Kepulauan Riau, sebaiknya dimanfaatkan instansi kepariwisataan Batam dengan membuat program yang lebih fokus dan menggencarkan promosi ke Semenanjung Malaysia.
Tur perkenalan awak media massa dan biro perjalanan dari Johor akan menjadi kunjungan balasan setelah lawatan 11 orang pemilik dan manajer anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Kepri bersama empat wartawan dari Batam.
Rombongan dari Batam antara lain terdiri atas Wakil Ketua Asita Kepri, Madhyantika Locana, selama tiga hari sejak Jumat (3/12) diajak menginap di Hotel The Puteri Pacific di Johor Bahru, kemudian di SIR di Mersing pada perairan Laut China Selatan.
Kunjungan itu atas undangan Divisi Hospitaliti Johor Corporation (JC) bekerja sama dengan JTAC untuk memperkenalkan destinasi wisata di bawah pengelolaan JC, antara lain Hotel Puteri Pacific dan Sibu Island Resort (SIR).
Delegasi biro perjalanan wisata Batam melalui Direktur PT Kurnia Djaja Wisata, Simon Budi, mengatakan biro perjalanan di Batam akan membuat paket wisata ke Hotel The Puteri Pacific dan SIR.
"Akan tetapi," katanya, "kami juga berharap pengelola Puteri Pacific Hotel maupun SIR pun membantu memperkenalkan kepada tamu mengenai kepariwisataan Batam."
Bulan madu
Resident Manager SIR, Abdul Latiff Sahat kepada anggota Asita Kepri menawari paket dua malam tiga hari seharga 1.500 ringgit Malaysia (Rp4,5 juta) berupa pondok khusus menghadap ke laut untuk tamu yang berbulan madu dengan ruang kamar mandi transparan.
Pengantin, akan mendapat pelayanan pijat aroma terapi di gazebo depan pondok.
"Tersedia tiga 'chalets' (pondok) 'honeymoon suite'. Semua menghadap ke laut," kata Latiff yang mengelola 121 pondok dalam beberapa kelas dengan fasilitas sumber air dari proses desalinisasi air laut (reverse osmosis).
SIR berada di pulau seluas 121 hektare dan 67 hektare terbangun. Di pulau itu antara lain terdapat empat pantai pasir putih, fasilitas "team building". Tamu juga akan dapat melihat dari dekat 9 merak serta 27 rusa yang berkeliaran di lapangan.
Resor Pulau Sibu dapat dicapai dari Johor Bahru selama 120-150 menit dengan mobil ke arah timur laut, kemudian menyeberang dengan kapal feri kurang lebih 30 menit dari terminal feri Tanjung Leman yang berjarak sekitar 132 km dari Johor Bahru. (A013/KWR/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
