
Porprov Kepri: Batam Pemuncak Perolehan Medali

Batam (ANTARA News) - Kontingen Kota Batam masih menjadi pemuncak klasemen perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau II/2010 di Batam.
"Batam saat ini masih memimpin klasemen dengan perolehan 86 medali emas 46 perak dan 35 perunggu," kata Buralimar, wakil Ketua Panitia Porprov II Kepulauan Riau 2010, Sabtu.
Dia mengatakan tambahan bagi kontingen Kota Batam disumbangkan dari cabang olahraga Kempo sebanyak empat medali.
Kontingen Kota Batam mendominasi perolehan medali emas di 12 cabang dari 19 cabang olahraga noneksebisi yang dipertandingkan, kata dia.
"Cabang olahraga yang didominasi oleh Batam yakni atletik, pencak silat, renang, bulutangkis, karate, panjat tebing, biliar dan judo," kata dia.
Meski kontingen Batam menjadi pamuncak dia mengharapkan para atlet tidak terlena dengan kemenangan melainkan terus berlatih untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Posisi Batam sebagai pemimpin klasemen perolehan medali diperkirakan tidak akan tergoyahkan meski pada Sabtu, 11 Desember 2010 yang merupakan hari terakhir pelaksanaan Porprov II Kepri masih menyisakan dua pertandingan di cabang bola voli putera yang mempertemukan kontingen Tanjungpinang melawan Bintan dan Tanjungpinang berhadapan dengan Karimun di bagian puteri.
Posisi kedua klasemen ditempati oleh kontingen Tanjungpinang dengan 23 emas, 49 perak dan 33 perunggu.
Kontingen Natuna berada di peringkat ketiga dengan perolehan 17 emas, 17 perak dan 17 perunggu, disusul oleh kontingen Karimun dengan 16 emas, 26 perak dan 35 perunggu di peringkat keempat.
Sementara itu posisi kelima dihuni kontingen Lingga dengan 16 emas, 16 perak dan 34 perunggu disusul Bintan di posisi keenam dengan 16 emas, 13 perak dan 47 perunggu.
Untuk posisi juru kunci ditempati oleh kontingen Anambas dengan 3 emas, 10 perak dan 17 perunggu. (ANT-142/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
