Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Kepri Temukan Beberapa Program Asal-Asalan

Jumat, 17 Desember 2010 18:09 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menemukan beberapa program asal-asalan yang diajukan dinas tertentu dalam rancangan anggaran tahun 2011.

Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Nur Syafriadi, Jumat, mengatakan, salah satu program asal-asalan yang diajukan dinas tertentu adalah lomba memasak ikan dengan alokasi anggaran sekitar Rp500 juta.

"Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut terlalu besar. Saya menilai cukup dengan Rp50 juta kegiatan itu sudah dapat dilaksanakan," ujar Nur yang dihubungi dari Tanjungpinang.

Menurutnya, masih banyak rencana kegiatan lainnya yang diajukan oleh beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang perlu dirasionalisasikan, karena tidak layak untuk dilaksanakan. Namun Nur belum mau membeberkan kegiatan lainnya yang dinilai asal-asalan dan membuang banyak anggaran.

"Program lainnya yang tidak kalah gila dengan program lomba memasak ikan yang menelan anggaran cukup besar akan dikupas di kemudian hari," katanya.

Sehubungan dengan rencana kegiatan lomba memasak ikan, kata dia, sebaiknya cukup dilaksanakan ibu-ibu PKK. Program itu tidak layak ditangani oleh dinas.

Bahkan, menurutnya, program yang menelan anggaran besar itu lebih baik diganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah budi daya ikan.

Bila tidak memungkinkan rencana lomba memasak ikan diganti dengan kegiatan lainnya, maka anggarannya harus dipangkas, disesuaikan dengan kebutuhan bukan kepentingan.

"Pemerintah memang memprioritaskan kegiatan untuk pengembangan potensi sektor kelautan dan perikanan. Namun program lomba memasak ikan yang menelan anggaran setengah miliar rupiah itu terkesan aneh, karena tidak dapat memberi pengaruh yang positif bagi sektor itu," ungkapnya.

Nur mengaku telah mendesak Gubernur Kepri HM Sani untuk merasionalisasikan program tersebut. Namun hingga tahap perampungan pembahasan anggaran tahun 2011, program tersebut masih muncul.

"Kami berharap program itu dirasionalisasikan," katanya.(ANT-NP/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026