Logo Header Antaranews Kepri

Pembacaan Visi-Misi Peserta Pilkada Diwarnai Cemoohan

Senin, 20 Desember 2010 18:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pembacaan visi dan misi peserta Pemilihan Kepala Daerah Batam periode 2011-2016 di Gedung DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin, diwarnai adu cemooh antarpendukung calon.

Cemooh yang dilontarkan para pendukung lawan terkait riwayat pekerjaan dan hidup para peserta pilkada.

Para pendukung pasangan calon ditempatkan di lantai dua ruang sidang paripurna DPRD dengan leluasa meneriaki setiap pasangan calon yang menyampaikan visi-misi. Bahkan, teriakan tetap bergema saat calon kepala daerah ditengah-tengah menyampaikan misinya bila terpilih.

"Siap Pak Guru. Dana Bos Pak Guru," teriak pendukung pasangan lawan ketika calon wali kota Aripin membacakan visi dan misi.

Aripin, dikenal sebagai tokoh pendidikan yang pernah mengabdi sebagai Kepala SMA di Pulau Belakang Padang. Aripin Nasir juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang bertanggungjawab atas penyaluran dana Bantuan Operasional sekolah.

Selain Aripin, calon wali kota "incumbent" Ahmad Dahlan juga diteriaki cemoohan pendukung lawan.

"Bansos...bansos," teriak pendukung dengan lantang dari lantai dua DPRD Kota Batam.

Kasus penyimpangan penyaluran dana bantuan sosial terjadi saat Ahmad Dahlan menjabat wali kota. Sebagai wali kota, Ahmad Dahlan dianggap bertanggungjawab atas kasus tersebut.

"Masak yang begini mau dilanjutkan, kasus bansos saja jadi contohnya," teriak pendukung lawan.

Calon wali kota lain, Amir Hakim Hanaean Siregar juga menjadi bahan cemooh calon lawan. "Aborsi...aborsi... ," teriak pendukung barisan belakang.

Amir Hakim dikenal sebagai dokter kandungan dan persalinan dan menjadi direktur rumah sakit bersalin ternama.

Saat pendukung lawan meneriakan kata "aborsi", Amir Hakim sempat terdiam, sebelum melanjutkan pidatonya.

Sedangkan calon wali kota Ria Saptarika diteriaki "basa-basi" oleh pendukung lawan.

Yang bebas dari cemooh adalah calon wali kota Nada Faza Soraya. Tidak satu pun pendukung lawan mencacinya, melainkan pendukungnya sendiri yang selalu berteriak "perempuan selalu teraniaya".


Visi Misi

Meski diwarnai cemoohan para pendukung, pembacaan visi dan misi berjalan lancar. Para pendung saling menghormati satu sama lain dan tidak ada perkelahian hingga acara selesai.

Dalam visi misi yang dibacakan, Ahmad Dahlan mengatakan, akan membangun Batam menjadi kota berskala internasional.

Calon nomor urut dua, Ria Saptarika mengatakan, akan bekerja untuk semua dan menghormati pluraritas yang menjadi ciri kota industri.

Satu-satunya peserta Pilkada Batam 2011 dari kalangan perempuan, Nada Faza Soraya akan menjadikan Batam sentosa dengan pembangunan yang dirancangnya.

Sedangkan calon wali kota nomor urut empat Aripin Hanaehan Siregar mengatakan, akan membangun Batam sebagai kota yang bermoral.

Calon kepala daerah Amir Hakim Hanaehan Siregar mengatakan akan melakukan pembangunan dengan hati nurani.

Pasangan Amir Hakim, calon wakil wali kota Syamsul Bahrum mengatakan, akan menggalakkan persatuan dan kesatuan bila terpilih, setelah pilkada mengkotak-kotakan masyarakat.

Ia menyatakan, akan mencium tangan setiap anggota DPRD Kota Batam, yang dianggap sebagai representasi warga Batam, bila terpilih sebagai wakil wali kota. (Y011/S023/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026