Logo Header Antaranews Kepri

Panglima TNI tegaskan tak ada penambahan prajurit dan alutsista di Papua

Selasa, 18 April 2023 21:46 WIB
Image Print
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (tengah) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) Panglima Kostrad, Letjen TNI Maruli Simanjuntak (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Base Ops TNI Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/4/2023). . ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono untuk meningkatkan status operasi militer dari pendekatan halus menjadi siaga tempur di beberapa daerah di Papua.
 
"Meminta Panglima TNI dan seluruh jajarannya agar bersikap tegas dan tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan kepada KKB yang telah melakukan berbagai tindak anarkis yang mengancam dan mengakibatkan korban jiwa di kalangan masyarakat dan aparat yang bertugas di Papua," kata Bambang dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa.
 
Hal itu dikatakan Bambang menyusul terjadinya serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu (15/4). Serangan terjadi ketika pasukan TNI menyisir daerah tersebut untuk mencari pilot Susi Air Phillip Merthens yang disandera KKB sejak Februari 2023.
 
Diketahui, insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI atas nama Pratu Miftahul Arifin gugur. Selain itu, tiga prajurit terkena luka tembak dan satu prajurit luka akibat terjatuh.
 
Atas dasar itu, Bambang mendorong pemerintah serta TNI dan Polri untuk memastikan keamanan dan keselamatan para prajurit yang bertugas dalam operasi pencarian pilot Susi Air tersebut.
 
"Serta memberikan perlindungan kuat yang maksimal dari potensi kelanjutan gangguan dan ancaman dari aksi anarkis KKB," kata Bambang.
 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Panglima tegaskan tidak ada penambahan prajurit dan alutsista di Papua

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026