
Bangunan SMP Batam Terendam Banjir

Batam (ANTARA News) - Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 terendam banjir hingga setinggi betis orang dewasa setelah hujan mengguyur Batam dua hari terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Kamis, mengatakan air yang menggenangi halaman sekolah memutus akses siswa untuk masuk ke dalam kelas karena air mengelilingi ruang belajar.
"Proses belajar mengajar masih bisa dilaksanakan karena air hanya sedikit yang masuk kelas," kata Muslim.
Menurut dia, hanya satu kelas yang tidak dapat digunakan untuk belajar para siswa karena tingginya air yang menggenang. Sedang kelas yang lain masih bisa dipakai.
"Hanya kelas IID yang tidak dapat dipakai," kata dia.
Menurut Muslim, banjir terjadi karena letak sekolah lebih rendah dari perumahan sekitar dan sistem drainase yang buruk.
Untuk mengatasi masalah itu, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota dan dua pengembang perumahan yang berada di sekitar sekolah, Perumahan Taman Raya dan Marbela.
Kepada para siswanya, Muslim berharap tetap dapat konsentrasi belajar.
Ia juga membantah kemungkinan penularan penyakit dari banjir tersebut.
Senada dengan Muslim, guru SMP 28 Isel Sariandi mengatakan proses belajar mengajar tetap normal, meskipun sekolah terendam banjir.
"Bahkan, pemantapan tetap digelar seperti biasa," kata dia.
Ia mengatakan banjir memang kerap melanda SMP yang terletak di Kecamatan Batam Kota. Sejak bangunan sekolah jadi tahun 2008, banjir sudah menjadi langganan bagi siswa. Namun, biasanya air langsung surut begitu hujan berhenti.
"Tapi, yang terjadi dua hari ini berbeda, air tetap menggenang, padahal hujan sudah berhenti," kata dia.
Sistem drainase yang buruk ditambah pengerjaan rumah yang lokasinya lebih tinggi dari gedung sekolah membuat air tidak bisa mengalir.
Sementara itu, seorang siswa Cindi mengatakan tetap bisa konsentrasi belajar meski sekolahnya banjir.
"Paling ngeri aja, kalau harus ke kelas lewat lapangan, karena airnya dalam," kata dia.
SMPN 28 memiliki sekitar 380 siswa.
Selain siswa SMPN 28, gedung sekolah juga digunakan siswa SMP 42 untuk proses belajar mengajar.(Y011/A011/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
