Logo Header Antaranews Kepri

Limbah Oli Kotori Pantai Tanjungpinggir

Minggu, 6 Februari 2011 14:45 WIB
Image Print
Seorang anak tengah bermain air yang tercemar limbah sejenis oli hitam di Pantai Tanjungpinggir, Batam, Minggu (6/2). (kepri.antaranews.com/YJ Naim).

Batam (ANTARA News) - Limbah sejenis oli mengotori sepanjang bibir pantai Tanjungpinggir, Batam, Minggu, hingga mengganggu warga yang hendak berekreasi.

Limbah seperti minyak kental berwarna hitam pekat dengan bau seperti oli bekas, berserakan di bibir pantai, membuat anak-anak dan orang tua yang hendak bermain air mengurungkan niatnya.

"Olinya lengket dan bau," kata warga Batu Aji, Sumirah, sambil menggendong anaknya menjauh dari bibir pantai.

Oli berserakan di pasir sepanjang bibir pantai, hingga menempel di kaki setiap orang yang menginjak.

Limbah itu membuat wisatawan menghindar dari pantai karena khawatir terkena oli. "Susah dibersihkan kalau terinjak," kata Sumirah.

Selain di pinggir pantai, limbah oli hitam itu juga mengapung di permukaan air laut.

Di tempat yang sama, warga terpaksa memandikan anaknya dengan bensin karena badan terkena oli, usai berenang.

"Ini tidak bisa dibersihkan pakai air saja, harus pakai minyak tanah atau bensin," kata Linda sambil membasuh tubuh anaknya menggunakan bensin.

Ia mengatakan tidak melihat genangan oli saat mengizinkan anaknya berenang, dan baru mengetahui ketika anaknya meninggalkan pantai.

Linda menyayangkan limbah yang mengotori bibir pantai Tanjungpinggir, karena merusak daerah wisata pantai umum dengan tiket masuk relatif murah yang memang jarang ada di Batam.

"Susah menemukan pantai di Batam. Sekalinya ada, malah dikotori limbah," kata dia.

Seorang penjaga pantai yang ditemui mengatakan, kemungkinan oli berasal dari kapal yang lewat lalu terbawa arus hingga pantai.

"Mungkin dari kapal yang sengaja membuang limbah. Yang pasti bukan kami yang berbuat," kata dia.

Limbah minyak hitam sejenis "sludge oil" kerap terdampar di bibir pantai utara Pulau Batam setiap musim Angin Utara, November-Maret.

Kadang, limbah terdampar dalam butiran yang terbawa air, namun juga ada limbah yang terdampar dalam kemasan karung beras, sudah dikemas khusus.
(Y011/I007/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026