
2.815 Pekerja Batam Terancam Menganggur

Batam (ANTARA News) - Sebanyak 2.815 pekerja di Kota Batam terancam menganggur setelah produksi lima perusahaan elektronik dan galangan kapal berkurang dan terancam tutup.
"Ada lima perusahaan yang mengurangi karyawan yaitu Panasonic, Berlian, Drydocks World Grha, Drydocks World Pertama, dan Drydocks World Nan Indah," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti di Batam, Selasa.
Menurut Rudi, barang yang diproduksi kelima pabrik itu sudah tidak laku di pasaran sehingga pabrik terpaksa mengurangi produksi hingga mengurangi jumlah karyawan secara bertahap.
PT Panasonic yang memiliki pabrik di Cammo Industrial Park, kata dia, mem-PHK 100 pekerja permanen serta tidak meneruskan kontrak 1.100 pekerja kontrak.
"Kontrak ini diteruskan sampai habis, bertahap sampai Agustus," kata Rudi.
Lalu, kata dia, PT Berlian mem-PHK sekitar 400 karyawan tetap.
PT Berlian yang memiliki pabrik di Panbil Industrial Estate juga memproduksi barang elektronik.
Selain dua perusahaan elektronik itu, Grup Drydocks World juga mem-PHK dan memutuskan kontrak tiga pabriknya di Batam.
Drydocks World Pertama, kata dia, mem-PHK 571 pekerjanya dan memutuskan kontrak empat pekerja lainnya.
Drydocks World Nan Indah merumahkan sambil menunggu kontrak habis 1.050 pekerjanya. Sedangkan Drydocks World Grha menghabiskan kontrak 790 pekerjanya. "Yang di Grha dirumahkan sampai kontrak habis," kata dia.
Sampai kontrak habis, pekerja masih mendapatkan haknya.
Ia mengatakan Pemerintah Kota akan mengawal pembayaran hak sesuai dengan perundang-undangan.
"Kami akan mencarikan solusi kepada pengangguran," kata dia.
Sementara itu, anggota Komisi IV Diana meminta para perusahaan mematuhi ketentuan penghentian hubungan kerja yang berlaku. "Jamsosteknya juga harus diperhatikan," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Investasi Badan Pengusahaan Batam Yayan Ahyar mengatakan pabrik Panasonic di Cammo Industrial park berencana tutup pada Juni.
Ia menyatakan direksi Panasonic sudah menyatakan rencana tutup itu kepada BP Batam secara langsung, namun belum resmi.
Perusahaan elektronik itu berencana tutup produksi karena permintaan produksinya menurun sehingga tidak lagi dapat beroperasi.
Panasonic memproduksi hard disc untuk komputer dan mempekerjakan sekitar 1.000 orang.
Menurut dia, penutupan pabrik biasa terjadi di Batam karena kondisi pabrik di Batam mudah buka dan tutup tergantung pada permintaan perusahaan di Singapura. "Pabrik di sini seperti tukang jahit," kata dia.(Y011/N002/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
