
Pemkot Batam Hidupkan BLK Sikapi PHK Karyawan

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam berencana menghidupkan lagi Balai Latihan Kerja (BLK) yang selama ini tidak jalan menyikapi banyaknya pemutusan hubungan dan kontrak (PHK) kerja karyawan industri.
"Kami akan menghidupkan BLK besar-besaran untuk menambah 'skill' para pekerja," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Senin.
Menurut dia, PHK dan pemutusan kontrak kerja yang terjadi disebabkan kemampuan sumber daya manusia Batam tidak sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.
BLK diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para pekerja sehingga memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri.
Ia mengatakan Pemkot akan bekerjasama dengan Badan Pengusahaan Batam untuk menghidupkan BLK kembali.
"Dengan BLK, maka kemampuan pekerja meningkat, sesuai yang dibutuhkan," kata dia.
Ia membantah PHK dan pemutusan kontrak kerja disebabkan industri Batam yang kian melesu. Sebaliknya, Wali Kota mengatakan yakin industri di Batam masih prospektif dan akan semakin berkembang.
"Buktinya banyak iklan lowongan pekerjaan di koran," kata dia.
Ditanya informasi PHK dan pemutusan kontrak kerja di Drydocks World, ia mengatakan belum tahu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti mengatakan sebanyak 4.015 warga Kota Batam terancam menganggur setelah produksi lima perusahaan elektronik dan galangan kapal berkurang dan terancam tutup.
"Ada lima perusahaan yang mengurangi karyawan yaitu Panasonic, Berlian, Drydocks World Grha, Drydocks World Pertama dan Drydocks World Nan Indah," kata Rudi.
Menurut Rudi, barang yang diproduksi kelima pabrik itu sudah tidak laku di pasaran, sehingga terpaksa mengurangi produksi hingga mengurangi jumlah karyawan secara bertahap.
PT Panasonic yang berpabrik di Cammo Industrial Park, kata dia, mem-PHK 100 pekerja permanen serta tidak meneruskan kontrak 1.100 pekerja kontrak.
"Kontrak ini diteruskan sampai habis, bertahap sampai Agustus," kata Rudi.
Lalu, kata dia melanjutkan, PT Berlian mem-PHK sekitar 400 karyawan tetapnya.
PT Berlian yang berpabrik di Panbil Industrial Estate juga memproduksi barang-barang elektronik.
Selain dua perusahaan elektronik Grup Drydocks World juga mem-PHK dan memutuskan kontrak tiga pabriknya yang ada di Batam. Drydocks World Pertama, kata dia, mem-PHK 571 pekerjanya dan memustuskan kontrak empat pekerja lainnya.
Drydocks World Nan Indah merumahkan sambil menunggu kontrak habis 1.050 pekerjanya. Sedangkan Drydocks World Grha menghabiskan kontrak 790 pekerjanya.
"Yang di Grha dirumahkan sampai kontrak habis," kata dia.
(Y011//E001/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
