
Dua Ormas Berharap Presiden Dengar Aspirasi Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dua organisasi masyarakat berniat unjuk rasa dan berharap aspirasi mereka didengar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkunjung ke KotaTanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, 25-27 Februari 2011.
"Kami dari Gerakan Aksi Rakyat Daerah (Garda) dan Gerakan Pemuda Peduli Rakyat (Gempar) akan unjuk rasa agar Presiden bisa langsung mendengar aspirasi masyarakat," kata penanggung jawab aksi, Gatot Indra Gunawan di Tanjungpinang, Rabu.
Gatot mengatakan, akan memulai aksi unjuk rasa dengan mengerahkan sekitar 300 orang pada Kamis (24/2), sehari sebelum kedatangan Presiden dan pada Jumat (25/2) saat kedatangan Presiden di Tanjungpinang.
"Besok kami akan memulai unjuk rasa di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Dinas Pertambangan dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)," ujar mantan anggota DPRD Tanjungpinang periode 2002-2004 itu.
Gatot mengatakan, dalam aksi unjuk rasa itu akan menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya penyelesaian masalah pertambangan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang merugikan masyarakat.
Masalah pertambangan di Tanjungpinang dan Bintan menurut dia menyisakan berbagai persoalan, terutama terhadap lingkungan seperti pencemaran dan tidak direhabilitasinya secara menyeluruh daerah pascatambang.
"Kami juga menuntut penuntasan kasus korupsi di daerah dan pusat, serta pemberantasan masalah mafia pertambangan dan mafia pajak," katanya.
Menurut dia, selama ini penyelesaian berbagai masalah di daerah maupun pusat masih belum maksimal dan terkesan tebang pilih.
"Tujuan kami agar pemerintahan terutama di Kepri berjalan baik dan bersih, serta mengutamakan kepentingan masyarakat banyak daripada kepentingan organisasi, golongan, orang perorangan maupun pengusaha," ujarnya.
(ANT-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
