Logo Header Antaranews Kepri

Pasokan Bensin di SPBU Karimun Terputus

Kamis, 24 Februari 2011 15:36 WIB
Image Print

Karimun, (ANTARA News) - Pasokan bensin di satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar umum di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 24 Februari 2011 terputus akibat antrean panjang kapal-kapal pemasok BBM di depo Pertamina Tanjunguban, Bintan.

''Yang terputus hanya bensin, sedangkan solar masih tersedia. Penyebabnya akibat antrean panjang kapal-kapal pemasok BBM di depo Pertamina Tanjunguban,'' kata Manajer PT Ogology Karimun Bumi Sukses, anak Perusahaan Daerah Karimun, Yuswar Yahya Nati ketika dihubungi dari Tanjung Balai Karimun.

Selain itu antrean kapal-kapal BBM, lanjut Yuswar, faktor ombak besar juga menjadi penyebab terputusnya pasokan bensin.

''Kemarin, kapal pengangkut BBM berbalik arah karena berombak besar. Sekadar diketahui, jalur yang dilalui kapal kita merupakan jalur laut lepas, selain berombak besar juga menjadi area lalu lintas kapal tanker berbobot besar,'' ucapnya.

Menurut dia, saat ini kapal pengangkut BBM sudah tiba di Tanjunguban untuk memuat bensin.

''Mudah-mudahan besok pukul 10.00 WIB bensin sudah tersedia di SPBU,'' katanya.

Sementara, sejumlah pengendara mengaku kecewa karena pintu gerbang SPBU ditutup dan tertempel pengumuman bensin habis.

''Kami kecewa karena jauh-jauh dari rumah untuk mendapatkan bensin ternyata pulang dengan tangan hampa. Seharusnya pengelola SPBU membuat perencanaan dengan matang sehingga persediaan tidak habis,'' kata Rudi, warga Tanjung Balai Karimun yang rumahnya berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi SPBU.

Ia mengaku enggan membeli bensin di kios-kios karena kualitas dan kuantitasnya diragukan.

''Di kios kualitasnya tidak terjamin,'' katanya yang mengaku membeli bensin sekali selama tiga hari.Di kios-kios, bensin dijual eceran menggunakan takaran bekas air mineral atau botol minuman dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000.

''Takaran Rp10.000 di kios jauh lebih sedikit dibandingkan harga yang sama di SPBU. Selisihnya bisa mencapai Rp3.000 hingga Rp4.000. Biasanya takaran segitu habis dua hari, sedangkan di kios hanya cukup satu hari,'' ucapnya.

Jun, warga lainnya mengatakan pasokan bensin terputus di SPBU bukan yang pertama kali, tetapi sering terjadi sehingga ia nilai merugikan konsumen.

''Kami berharap ada perbaikan kinerja di SPBU. Selain itu, sudah selayaknya ada penambahan SPBU sehingga konsumen punya alternatif jika pasokan terputus,'' ucapnya.(ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026