
Wisman Korea Menari Zapin di Bakau Serip

Batam (ANTARANews) - Wisatawan dari Korea Selatan menari Zapin Melayu bersama penari Kampung Tua Bakau Serip Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.
Tarian pergaulan itu dibawakan tiga orang perempuan diiringi musik dan lagu di atas panggung papan beratap rumbia yang menjadi sajian utama atraksi wisata alam dan budaya kampung seluas 12 haktare yang dirimbuni pohon kelapa.
Sebelum mendapat sajian tiga tarian zapin, 28 orang pelancong sejenak berjalan kaki di pasir pantai pada permukiman tradisional kampung yang dihuni 100 kepala keluarga.
Pelancong dari Negeri Ginseng yang duduki berjejer di bangku papan, mengepreasiasi penampilan penari dengan tepuk tangan pada setiap akhir tarian.
Pada tarian ke tiga atau terakhir, penari mengajak wisatawan naik pentas dan disambut dua orang perempuan untuk bepartisipasi dengan senyum mengembang dan diakhiri dengan berfoto bersama dengan hampir separuh pelancong.
"Musik dan tariannya bagus," kata Lee Young Duck, turis yang datang bersama istri dan seorang anaknya.
Beberapa dari mereka kemudian membeli paket kopi seharga 20 dolar Amerika Serikat, cendera mata khas Kampung Bakau Serip Pantai sejak lima tahun silam dijadikan kampung wisata.
"Hari ini akan datang empat bus rombongan turis dari Korea yang dibawa Biro perjalanan Wisata Korilla Batam," kata Yuyun, penjual cendera mata berupa patung kayu dan pernak-pernik asesoris yang hampir semuanya masih berasal dari Pulau Jawa.
Ketua RT 01/RW 10 Bakau Serip Pantai, Saharuddin mengemukakan semula ada lima orang penari, tetapi sekarang tinggal tiga orang karena yang dua orang sibuk mengurus rumah tangga.
Ia mengemukakan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, jumlah kunjungan turis asal Korea Selatan ke kampungnya menurun karena sebagian dengan operator tur berbeda berkunjung ke Kampung Jabi, sekitar 10 km di tenggara Bakau Serip.
Saharuddin menyatakan sarana wisata di kampungnya perlu dipugar. Panggung dan atap pusat pertunjukan misalnya sudah bocor, tetapi untuk pembaruan atap rumbia dan tiang kayu bintangor perlu biaya cukup besar.
(Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
